Beranda Pertanian Genjot Upsus Siwab, Kementan Lakukan IB Massal di Konawe Selatan

Genjot Upsus Siwab, Kementan Lakukan IB Massal di Konawe Selatan

BERBAGI
I Ketut Diarmita Direktur Jenderl PKH melakukan IB (Inseminasi Buatan) atau kawin suntik/ist

Agrofarm.co.id-Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita bersama dengan Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga melakukan IB (Inseminasi Buatan) atau kawin suntik terhadap sapi-sapi milik masyarakat.

Kegiatan IB massal ini dilakukan untuk menggenjot pelaksanaan Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting dalam upaya peningkatan populasi ternak sapi potong dalam negeri, kata Diarmita pada saat pelaksanaan kegiatan IB masal yang dilaksanakan di Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu: Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Kab. Konawe Selatan, Kapolres Konawe Selatan, masyarakat dan para pelaku usaha peternakan.

Dia menjelaskan, salah satu upaya Pemerintah bersama pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan populasi ternak adalah melalui optimalisasi reproduksi. Hal ini karena IB pada ternak sapi merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak.

“Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” ujar Ketut dalam keterangan resminya, Rabu (31/10/2017).

Berdasarkan data kumulatif tanggal 1 Januari hingga 23 Oktober 2017, capaian IB nasional adalah sebanyak 3.020.447 ekor atau 75,5% dari target 4 juta ekor. Sedangkan kontribusi Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap target IB nasional adalah 14.976 ekor atau 31,5% dari target 47.468 akseptor. Untuk capaian kebuntingan, sebanyak 14.179 ekor atau 54,3% dari target.

Dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, Kontribusi Kabupaten Konawe Selatan terhadap target Provinsi Sulawesi Tenggara adalah yang terbesar yaitu 25,5% atau sebanyak 12.100 akseptor IB dan sebanyak 6.544 ekor kebuntingan. Raihan IB per 21 Oktober 2017 mencapai 5.016 ekor atau 41,4% dan raihan kebuntingan sebanyak 1.271 ekor atau 19,4%.

Capaian kinerja Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Konawe Selatan tersebut perlu untuk terus ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian IB dan Kebuntingan adalah dengan meningkatkan kinerja petugas di lapangan, dengan cara IB massal seperti ini dan terus mendorong gerakan massal Pemeriksaan Kebuntingan (PKb) di semua daerah.

Selain mengikuti kegiatan IB massal, Dirjen PKH juga mengukuhkan Pengurus Sentra Peternakan Rakyat (SPR) dan Asosiasi Pedagang Pengumpul Ternak Sapi/Kerbau binaan Pemerintah Daerah Kabupaten Konsel. Dalam kesempatan tersebut Dirjen PKH I Ketut Diarmita juga menyaksikan Penandatanganan MoU antara Bupati Konsel dengan Bank Sultra tentang Kredit Usaha Ternak Sapi (KUTS), MoU antara Bupati Konsel dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) cabang Sultra tentang Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), serta MOU Pemda Konsel dengan Polres Konsel tentang pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif di Kabupaten Konawe Selatan.

Diarmita menyampaikan, salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan UPSUS SIWAB adalah kegiatan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif.

“Saya berharap dengan ditandatanganinya MoU dengan Polres Konsel tadi, maka semua pihak berkomitmen untuk mendukung upaya menurunkan pemotongan betina produktif dan mensukseskan upsus Siwab untuk mewujudkan upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau nasional untuk mendukung kemandirian pangan,” katanya.

“Saya juga berharap agar keberadaan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) atau sering dikenal dengan istilah asuransi sapi dapat menjadi asuransi bagi para peternak sapi untuk memberikan ganti rugi akibat kerugian atau kehilangan ternak, sehingga keberlangsungan usaha ternaknya dapat terjamin dan terlindungi,” ucap I Ketut Diarmita.

Menurutnya, dengan asuransi Ternak Kementerian Pertanian membantu dalam memberikan perlindungan risiko kerugian kepada para peternak sapi.

Selain itu, katanya, asuransi tersebut juga dapat menjadi agunan untuk mencari sumber pembiayaan dari perbankan melalui skim kredit.

Dalam kesempatatan tersebut Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga menyampaikan, sektor peternakan merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang perlu terus didorong untuk dikembangkan agar mampu menjadi daerah penyedia ternak nasional khususnya sapi.

Menurutnya, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi peternakan yang cukup besar, salah satunya padang penggembalaan untuk pengembangan ternak sapi. Populasi sapi potong di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini mencapai 331,9 ribu ekor, sedangkan di Konawe Selatan sebanyak 65,5 ribu ekor. Ia menmyebutkan, beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara juga sudah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan sapi nasional yaitu di Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Bombana, dan Muna melalui SK. Menteri Pertanian No. 80/Kpts/RC.040/12/2016.

Melihat potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Konawe Selatan untuk pengembangan peternakan, Dirjen PKH I Ketut Diarmita beranggapan bahwa potensi tersebut perlu upaya untuk mengeksplorasi keberadaannya.

Dengan dukungan lahan, sumber daya manusia di bidang peternakan, serta komitmen yang kuat dari masing-masing stakeholder, maka cita-cita Kabupaten Konawe Selatan untuk memiliki suatu kawasan 100.000 ekor sapi dan menjadi lumbung ternak dapat terwujud, ungkap Ketut.

“Saya berharap Kabupaten Konawe Selatan lebih maju ke depannya dan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para peternak,” tambahnya. Bantolo