Beranda Kehutanan Garut Dijadikan Proyek Perhutanan Sosial

Garut Dijadikan Proyek Perhutanan Sosial

BERBAGI
Perhutanan sosial. (ist)

Agrofarm.co.id –  Perhutani berencana meelaksanakan pilot project Perhutanan Sosial di Pameungpeuk, Garut Propinsi Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perhutani Denaldy M. Mauna ketika bertemu dengan enam pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Denaldy menjelaskan kepada pengurus LMDH bahwa pilot project Perhutanan Sosial rencananya akan dilaksanakan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pameungpeuk masing-masing di blok Pasir Salam 1 seluas 2.681.9 hektar (ha) dan Pasir Salam 2 seluas 3.970.4 ha.

Nantinya anggota LMDH dapat melakukan kerjasama penanaman Albazia dengan sistem bagi hasil 70%: 30%. Sebelum tanaman albizia menghasilkan lahan hutan dapat ditanami palawija, istilahnya pola “AJALE” albizia, jagung dan kedelai.

Salah satu anggota LMDH, Ayi warga Cihaur Kuning mengakui kekurangan modal untuk menggarap lahan hutan. Dengan perhutanan sosial ini, ia berharap dapat bantuan modal bank tapi bunga sedikit saja.

Adapun enam pengurus LMDH Pananjung yakni, Putra Mandiri, Mutiara Hijau, Wana Mekar, Hutan Hijau dan LMDH Rindam.

Bupati Garut Rudi Gunawan menyatakan pihaknya sangat mendukung pilot project perhutanan sosial tersebut termasuk juga kegiatan Wisata Perhutani di Garut karena memberikan manfaat bagi warganya.

“Perhutani perlu dukungan Pemda Garut untuk kelestarian hutan, rencana pilot project perhutanan sosial di Pameungpeuk ini termasuk penataan ulang petani-petani yang akan terlibat dalam project tersebut. Para petani nanti akan mendapat luas lahan garapan yang ekonomis, bantuan modal perbankan KUR, jaminan pasar oleh offtaker dan pembinaan teknis,” jelas Denaldy. Beledug Bantolo