Beranda Sawit Dunia Tidak Mungkin Tanpa Minyak Sawit

Dunia Tidak Mungkin Tanpa Minyak Sawit

176
BERBAGI
Monumen Kelapa Sawit di Istana Bogor. (Ist)

Agrofarm.co.id –  Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengatakan, dunia tidak mungkin tanpa minyak sawit, lantaran , negara-negara konsumen minyak sawit terbesar seperti India, China, Pakistan, juga Uni Eropa, jelas tidak mungkin bisa menggantikan minyak sawit untuk memenuhi peningkatan kebutuhan minyak nabati dunia.

Dia menambahkan, guna memenuhi pertambahan kebutuhan minyak nabati dunia setiap tahunnya, hampir seluruh perkebunan minyak nabati melakukan ekspansi lahan. Dalam kurun waktu 2012-2016, data dari Oil Wolrd, ekspansi lahan untuk perkebunan kedalai mencapai 16,29 juta hektar.

Sementara itu, dalam kurun waktu yang sama, ekspansi perkebunan kelapa sawit di dunia mencapai 3,1 juta hektar. “Jadi, pilihannya jelas, untuk memenuhi pertambahan kebutuhan konsumsi minyak nabati dunia dengan tetap menahan laju deforestasi, mengembangkan perkebunan kelapa sawit lebih baik dibandingkan dengan mengembangkan perkebunan kedelai atau tanaman minyak nabati lainnya,” ujar Joko

Menurutnya, dari aspek suplai atau pasokan, negara-negara konsumen minyak sawit terbesar seperti India, China, Pakistan, juga Uni Eropa, jelas tidak mungkin bisa menggantikan minyak sawit dengan minyak nabati lainnya. “Karena itu, dunia tIdak mungkin tanpa minyak sawit,” tegas Joko dalam keterangan tertulis yang dibacakan oleh Sekjen GAPKI Togar Sitanggang saat memberikan sambutan pada Acara Buka Puasa bersama media di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Dia menjelaskan, Indonesia akan tetap menjadi produsen minyak sawit terbesar dunia.  Hingga tahun 2016, dengan luas lahan 11,5 juta hektar, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi mencapai 34,5 juta ton.

Adapun dari produksi tersebut, 25,11 juta ton terserap di pasar ekspor. Lima kawasan tujuan ekspor  terbesar minyak sawit Indonesia adalah India (5,78 juta ton), Uni Eropa (4,37 juta ton), Republik Rakyat Tiongkok (3,22 juta ton), Pakistan (2,06 juta ton), dan negara-negara Timur Tengah (1,97 juta ton). Dan permintaan dari negara-negara tersebut terus meningkat, selain juga ada tambahan permintaan dari berbagai negara tujuan ekspor baru seperti Amerika Serikat dan Eropa Timur.

Dia menjelaskan, pasar minyak nabati dunia adalah pasar yang terbuka lebar dan sudah ada di depan mata. Namun bagaimana Indonesia bisa menangkap peluang pasar tersebut ketika ruang pengembangan lahan untuk perkebunan kelapa sawit semakin terbatas, atau lebih tepatnya: semakin dibatasi.

“Tidak ada pilihan lain kecuali pelaku usaha sektor perkebunan kelapa sawit fokus pada upaya peningkatan produktivitas melalui berbagai program intensifikasi,” ujar Joko. Bagi pelaku usaha, lanjutnya, perkebunan besar, baik swasta maupun BUMN, program intensifikasi sudah berjalan dan menjadi fokus utama dalam tata kelola usaha perkebunan mereka saat ini.  Bahkan beberapa perusahaan telah mengembangkan bidang Research and Development (R&D) sendiri untuk menghasilkan benih-benih unggul.

“Tantangannya ke depan upaya peningkatan produktivitas ini juga bisa dilakukan oleh para petani atau perkebunan rakyat,” kata Joko.

Untuk diketahui, merujuk data dari Kementerian Pertanian tahun 2016, disebutkan bahwa dari 11,5 juta hektar perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini, 42% atau sekitar 4,83 juta hektar dimiliki oleh masyarakat atau petani (smallholders). “Karena itu, keberhasilan intensifikasi perkebunan rakyat berarti juga keberhasilan sektor perkebunan kelapa sawit nasional dalam meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Menurutnya, program peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, dilakukan dengan berfokus pada dua hal yaitu: replanting dan perbaikan kultur jaringan.  “GAPKI berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya program peningkatan produktivitas petani dengan mendorong para anggota GAPKI memperluas kerjasama kemitraan antara perusahaan dengan perkebunan rakyat,” pungkasnya. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here