Beranda Industri & Keuangan ENGIE Group Investasi Proyek Energi Terbarukan Senilai USD 1,25 Miliar

ENGIE Group Investasi Proyek Energi Terbarukan Senilai USD 1,25 Miliar

238
BERBAGI

Agrofarm.co.id –  ENGIE Group, pemain utama dalam industri energi global, menandatangani tiga perjanjian kemitraan di Jakarta guna membangu jaringan mikro dan proyek energi terbarukan lainnya di berbagai wilayah di Indonesia, dengan nilai total investasi sebesar USD 1,25 miliar selama lima tahun ke depan.

Didier Holleaux, Wakil Presiden Eksekutif ENGIE Group mengatakan, tiga perjanjian kemitraan ini menegaskan kembali komitmen kami kepada Indonesia guna mendukung penyediaan akses terhadap energi bagi seluruh pihak. Proyek-proyek tersebut akan menjadi langkah signifikan bagi Indonesia guna mencapai target untuk mengurangi ketergantungan negara pada sumber energi yang berasal dari fosil, dan menyediakan listrik bagi 97 persen penduduknya pada tahun 2019.

“Strategi kami adalah untuk bekerja melalui kemitraan ekosistem guna mengembangkan dan menelaah energi terbarukan dan memberikan solusi teknologi rendah karbon yang inovatif untuk mengatasi tantangan energi yang khas dari negara ini,” kata Didier dalam siaran persnya, Senin (03/4/2017).

Pertama, ENGIE dan Sugar Group Companies akan mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan. Perjanjian antara ENGIE dan Sugar Group Companies ini merupakan investasi bersama bernilai USD 1 miliar USD yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan untuk mengembangkan pembangkit listrik fotovoltaik dan pembangkit listrik biomassa, dengan total kapasitas pembangkit listrik sebesar 500 megawatt di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian timur.

Proyek ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi pelaksanaan program nasional untuk mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim, dengan perkiraan penghindaran karbon sebanyak 1,5 juta ton CO2e per tahun.

Taman panel surya di Sumatra dan Indonesia Timur akan memiliki total kapasitas pembangkit listrik sebesar 300 megawatt, termasuk didalamnya sebuah taman panel surya berkapasitas 140 megawatt di provinsi Lampung yang menjadikannya salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.

Sementara pembangkit listrik biomassa dengan total kapasitas pembangkit listrik sebesar 200 megawatt akan memanfaatkan limbah pertanian serta bahan dari pembukaan lahan. Dengan demikian proyek ini akan memungkinkan Indonesia untuk mencapai target energi terbarukannya dan mengurangi polusi dari kegiatan pembukaan lahan.

Kedua, ENGIE dan Electric Vine Industries untuk pengembangan jaringan mikro. Dalam perjanjian kemitraan ini, ENGIE dan Electric Vine Industries berencana bermitra guna mengembangkan, membiayai, membangun, mengoperasikan dan memelihara jaringan mikro fotovoltaik cerdas yang menyediakan listrik 24 jam penuh bagi 3.000 desa di Provinsi Papua selama 20 tahun.

Dengan proyek baru ini, sekitar 2,5 juta orang di seluruh Papua akan dapat menikmati energy yang bersih dan dapat diandalkan tanpa gangguan. Total investasi dimaksud diperkirakan sebesar USD 240 juta untuk lima tahun kedepan.

Ketiga, ENGIE dan PT Arya Watala Capital akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya Dengan menandatangani perjanjian kemitraan ini, ENGIE bersama PT Arya Watala Capital berkomitmen untuk menginvestasikan USD 15 juta selama tiga tahun kedepan guna mengembangkan total kapasitas pembangkit listrik hingga 10 megawatt peak (MWp) di Nusa Tenggara Timur, provinsi paling selatan di Indonesia. Proyek ini akan terletak di sepuluh daerah yang berbeda di pulau-pulau besar di provinsi tersebut seperti Timor Barat, Flores dan Sumba. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here