Beranda Pertanian DPR Dukung Kebijakan HET Beras

DPR Dukung Kebijakan HET Beras

99
BERBAGI
Pemerintah perlu menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras. (Ist)

Agrofarm.co.id- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan harga eceran tertinggi (HET) beras sebagaimana termuat dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017. Kebijakan ini tidak merugikan siapapun, karena tidak memungkinkan terjadinya gejolak.

“Ada kepastian harga yang terjangkau,” ujar Daniel dalam keterangan resminya, Selasa (19/7/2017).

Namun, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran oleh pedagang nakal dalam menjual beras medium dan premium di atas HET, dia mendorong pemerintah melakukan pemantauan secara berkesinambungan. “Ya, pemerintah wajib melakukan inspeksi,” jelas politisi asal daerah pemilihan Kalimantan Barat itu.

Dukungan serupa disampaikan Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, seperti Billy Haryanto. Bahkan, katanya, tidak ada pengusaha dan pedagang beras yang keberatan dengan regulasi pemerintah tentang penetapan HET. “Yang teriak-teriak cuma segelintir orang,” ujar Billy Beras, sapaannya.

Dia lantas mencontohkan dengan harga beras medium dan premium yang dijual di PIBC. Jenis medium dijual pada kisaran Rp8.900-Rp9.000/kilogram (kg). “Kalau premium rata-rata Rp10 ribu/kg,” tuturnya.

Dengan adanya regulasi HET beras, ungkap Billy, juga berdampak positif terhadap distribusi beras dari petani hingga ke masyarakat. Sebab, membuat pedagang nakal berpikir ulang untuk menimbun beras.

“Kalau untuk segi aman, HET itu bagus. Kalau segi yang bermain stok, nimbun, enggak bagus, kan tidak ada untung lagi,” beber pengusaha penggilingan beras asal Sragen, Jawa Tengah ini.

Sehingga, kebijakan HET beras tersebut juga tidak membuat harga beras ‘liar’ seperti yang sudah-sudah, di mana selalu turun kala hasil panen berlimpah dan meroket saat ketersediaannya terbatas.

Dengan demikian, masyarakat selaku konsumen pun tak dirugikan. “Kalau untuk petani, tidak ada pengaruh, karena harga sudah tinggi HET-nya,” sambung Billy.

Di sisi lain, menurutnya, pasokan beras ke PIBC semenjak HET berlaku tidak mengalami penurunan, masih sama kondisinya seperti sebelum-sebelumnya, yakni sekitar 4.000-an ton/hari. “Dengan adanya HET, pasokan tidak mungkin kosong, ada terus,” ujarnya.Beledug Bantolo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here