Beranda Pertanian DPR Dorong Pemerintah Revisi HPP Beras

DPR Dorong Pemerintah Revisi HPP Beras

130
BERBAGI
Pemerintah perlu menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras. (Ist)

Agrofarm.co.id-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah untuk merevisi Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras.

“Saat ini, untuk gabah kering panen harganya Rp 3.700 per kilogram (kg), kemudian untuk beras medium Rp 7.300 per kg. Ini perlu ada revisi atau kenaikan, untuk berapanya nanti pemerintah yang akan menilai kenaikan yang wajar,” ujar Viva dikutip, Kamis (03/8/2017).

Meskipun, diakuinya, tidak setiap tahun Inpres ini direvisi, namun tergantung pada situasi dan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, kalau kemudian harga stabil, pasokan stabil, petani untung, menurut Viva tanpa adanya revisi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ini juga tidak ada masalah.

“Tapi ini karena sudah ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga yang lain, sebagian besar petani menginginkan ada kenaikan harga terhadap Inpres No 5/2015,” lanjut Viva.

“Kami sudah meminta pada pemerintah untuk mengkaji secara teliti terhadap Inpres No 5 tahun 2015 yang selama 5 tahun ini belum pernah direvisi, dan ada juga desakan dari gabungan kelompok tani yang menginginkan adanya revisi seiring dengan kenaikan BBM,” tandasnya.

Sementara itu, katanya, ada laporan dari masyarakat bahwa harga terendah yang beredar itu Rp 7.800 per kg sementara HPP yang ditetapkan di Inpres No 5 tahun 2015 yaitu Rp 7.300 per kg.

Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron menambahkan, ada kekhawatiran jika HPP naik dapat menyebabkan daya tarik terhadap harga di pasaran dan juga dapat menyebabkan inflasi.

“Untuk itu, Komisi IV akan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan semuanya akan dibawah koordinasi Menteri Perekonomian karena hal ini juga menyangkut persoalan multisektor,” tegasnya. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here