Beranda Liputan Khusus Direktur Eksekutif CPOPC Benny Wachjudi : CPOPC Fokus Pengoperasian Lembaga

Direktur Eksekutif CPOPC Benny Wachjudi : CPOPC Fokus Pengoperasian Lembaga

317
BERBAGI

Agrofarm.co.id  –    Dewan negara-negara Penghasil Minyak Sawit atau The Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) baru saja terbentuk. Indonesia-Malaysia sebagai pemerkasa pembentukaanya. Kini pemerintah mengalihkan posisi penanggungjawab perwakilan Indonesia dalam dewan negara-negara penghasil minyak sawit CPOPC dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman ke Kemenko Bidang Perekonomian. Seperti apa kondisi CPOPC saat in?

Benny Wachjudi, selaku Direktur Eksekutif CPOPC tidak bisa banyak memberikan komentar. Pasalnya, CPOPC ini baru lahir, dan berusaha untuk fokus pada target  jangka pendek, yakni segera mengoperasikan CPOPC ini. “Terlepas sekarang di bawah naungan Menteri Kordinator Perekonomian, yang jelas fokus saja pada mengoperasikan lembaga ini,”kata Benny pada Agrofarm, di Jakarta.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan dibuat business forum dan smallholder forum yang diikuti wakil pengusaha/asosiasi  termasuk pengusaha kecil dari dua negara. “Yah kini sedang fokus membuat forum bisnis agar bisa diikuti pengusaha maupun asosiasi kelapa sawit,” ujar Benny.

Pihaknya juga sedang mempersiapkan delegasi ke negara Eropa dalam rangka menanggulangi berbagai hambatan perdagangan. Selain itu, ke negara dengan penjualan sawit terbesar seperti India, China dan Timur Tengah untuk lebih mempromosikan kelapa sawit.

Kemudian pihaknya akan melangkah target jangka menengah yang meliputi, menetapkan standar minyak sawit berkelanjutan yang merupakan hasil Harmonisasi Standar Nasional terutama antara Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).

Terkait rencana kawasan industri Berau di Kalimantan Timur dijadikan Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ) POGEZ. Untuk soal ini, Benny belum tahu, menurutnya, untuk penentuan kawasan industri itu masih belum diputuskan. “Yah jelas kawasan industri untuk POGEZ belum tahu lokasi yang dipilih,”tandas Mantan Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian ini.

Begitu juga, untuk strategi yang akan diambil, pihaknya belum bisa memaparkan lebih jauh terkait zona ekonomi hijau. Karena ini, masuk target jangka panjang yang akan akan dibahas secara bersama-sama.

“Yah jelas, kita bersama produsen sawit lainnya menentukan strategi baru dan posisi bersama untuk menghadapi tantangan global di masa yang akan datang,” jelas Benny.

Selain itu, tambahnya, penerapan standar minyak sawit yang berkelanjutan khususnya untuk petani sawit kecil, pengembangan industri hilir berbasis sawit khususnya di Kawasan Ekonomi Hijau yang didukung oleh kegiatan penelitian dan pengembangan serta peningkatan penggunaan sawit. Bukan saja sebagai oleofood, oleochemical tapi juga sebagai bahan bakar dan bahan pelumas serta bahan baku/material yang ramah lingkungan.

Benny berharap, CPOPC dapat menjadi stabilitator harga minyak sawit dan berperan dalam menjaga stabilitas harga minyak sawit melalui kampanye positif, peningkatan penggunaan sawit di negara anggota CPOPC dan kawasan/wilayah yang berdekatan. Misalnya meningkatkan campuran biodiesel menjadi 20% di Indonesia dan 5% di Asean, juga mengajak China dan India untuk mulai mewajibkan pencampuran biodiesel ke dalam bahan bakar kendaraan.

“Yang jelas dimasa yang akan datang CPOPC akan melakukan berbagai upaya promosi dan menangkal kampanye negatif. Kesemuanya itu diharapkan akan meningkatkan pasar minyak kelapa sawit yang pada gilirannya akan membuat harga minyak kelapa sawit lebih stabil,”harap Benny. Irsa Pitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here