Beranda Pertanian Diduga Oplos Beras, Komisaris PT IBU Anton Apriyantono : Itu Fitnah Besar

Diduga Oplos Beras, Komisaris PT IBU Anton Apriyantono : Itu Fitnah Besar

BERBAGI
Komisaris PT Indo Beras Unggul (IBU) Anton Apriyantono . (Ist)

Agrofarm.co.id-Komisaris PT Indo Beras Unggul (IBU) anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera, Anton Apriyantono mengungkapkan, adanya tuduhan pabrik beras produsen Cap Maknyuss dan Cap Ayam Jago mengoplos beras subsidi menjadi beras premium itu merupakan fitnah yang keji. “itu fitnah besar,” ujar Mantan Menteri Pertanian era pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia menjelaskan, beras varietas IR 64 itu adalah varietas lama yang sudah digantikan dengan varietas yang lebih baru yaitu Ciherang kemudian diganti lagi dg Inpari. “Jadi di lapangan IR 64 itu sudah tidak banyak lagi,” ujar Anton.

Selain itu, katanya, tidak ada yang namanya beras IR 64 yang disubsidi. “Jadi ini sebuah kebohongan publik yang luar biasa. Yang ada adalah beras raskin, subsidi bukan pada berasnya, tapi pada pembeliannya. Beras raskin tidak dijual bebas, hanya untuk konsumen miskin,” tandas Anton dalam keterangan resminya, Senin (14/7/2017).

Dia menambahkan, dalam dunia perdagangan beras dikenal itu namanya beras medium dan beras premium. Standar Nasional Indonesia (SNI untuk kualitas beras juga ada. “Beras yang diproduksi Tiga Pilar Sejahtera (TPS) sudah sesuai SNI uutuk kualitas atas,” ujar Anton.

Dia juga membantah apabila dikatakan negara dirugikan. “Apalagi sampai bilang ratusan triliunan, lha wong omzet beras TPS saja hanya Rp 4 truliun per tahun. Lagi-lagi Menteri Pertanian melakukan kebohongan publik,” tukasnya.

Kemudian mengenai tuduhan menjual beras diatas Harga Eceran Tertingi (HET). Menurutnya ini tidak bijak karena Surat Keptusan Menteri Perdagangan mengenai HET beras baru ditandatangani dan berlaku pada 18 Juli 2017. “Sementara itu tanggal 20 Juli sudah diterapkan pada PT IBu saja, tidak kepada produsen lain. Dan ini tidak diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian,” keluh Anton.

Menurutnya, HET beras sebesar Rp 9.000 per kilogram (kg) itu terlalu rendah karena harga rata-rata beras saja sudah diatas Rp 10.000 per kg. “Ini perlu dievaluasi lagi, selain itu tetap harus dibedakan antara beras medium dan beras premium karena kualitasnya berbeda,” pungkas Anton. Beledug Bantolo