Beranda Kehutanan Diakui AS, MutuagungTargetkan 200 Klien Sertifikasi Kayu Komposit

Diakui AS, MutuagungTargetkan 200 Klien Sertifikasi Kayu Komposit

102
BERBAGI
Direktur Utama PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga/Ist

Agrofarm.co.id-PT Mutuagung Lestari memperoleh pengakuan sebagai Third-Party Certifier (TPC) atau Lembaga Sertifikasi dan Pengujian Emisi formaldehida oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau yang dikenal dengan United States Environment Protection Agency/US-EPA, untuk melaksanakan sertifikasi dan pengujian produk kayu komposit. Targetnya tahun ini klien perusahaan memperoleh 200 klien dalam sertifikasi kayu ini.

Direktur Utama PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga mengatakan, dengan adanya pengakuan dari EPA ini, pihaknya dapat melakukan pengujian dan sertifikasi produk berbasis kayu untuk pasar Amerika Serikat (AS), dari sisi kesesuaian terhadap persyaratan emisi formaldehida yang ditetapkan oleh US-EPA.

Dia menjelaskan, awalnya Negara Paman Sam itu membuat aturan Airborne Toxic Control Measure (ATCM) yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan California atau California Air Resources Board (CARB) untuk mengurangi emisi formaldehida dari produk kayu.

“Semua produk kayu yang masuk AS tahun 2007 diwajibkan menerapkan standar formalin. Kemudian pada 1 Januari 2009 peraturan ini efektif berlaku untuk produk kayu yang nasuk ke Negara bagian California,” terangnya.

Arifin menambahkan, Negara Federal AS melihat kontrol terhadap kesehatan tidak bisa hanya diterapkan pada negara bagian California. “Imbasnya EPA membuat kebijakan tersebut diterapkan secara nasional,” tuturnya.

Pada 12 Desember 2016 US-EPA menetapkan peraturan bahwa semua produk kayu komposit yang diproduksi, dijual, disuplai atau ditawarkan untuk dijual di seluruh AS wajib menerapkan aturan emisi formaldehida. “Ini salah satu kebijakan AS untuk mengontrol perdaran produk kayu di negaranya,” ujar Arifin.

Aturan ini dikenakan khusus untuk produk-produk kayu, yang meliputi hardwood plywood (produk kayu lapis), hardwood plywood veneer, particleboard (papan partikel), medium density fiberboard (papan serat), thin medium density fiberboard dan barang jadi yang mengandung produk kayu komposit.

Kemudian ruang lingkup yang sertifikasi yakni badan akreditasi laboratorium, badan akreditasi produk, lembaga sertifikasi, produsen kayu komposit, produsen produk laminasi, fabricator, importir, distributor dan pengecer.

Sementara itu, peran Lembaga Sertifikasi Pihak Ketiga (TPC) diantaranya : Pertama, memverifikasi keakuratan dari prosedur pengujian emisi dan fasilitas yang digunakan produsen untuk melakukan uji emisi formaldehida. Kedua, memantau program jaminan mutu produsen seperti yang telah ditetapkan dalam California Code of Regulation section 93120.12 appendix. Ketiga, memberikan audit dan inspeksi yang independen.

Arifin menyebutkan, hingga Juli 2017 jumlah total klien untuk sertifikasi dan pengujian produk kayu komposit sudah mencapai 143 perusahaan. Tersebar diberbagai negara diantaranya : China, Malaysia, Thailand, Vietnam, Jepang dan Indonesia. “Targetnya tahun ini ada kenaikan 15% atau mencapai 200 perusahaan,” kata Arifin.

Adapun US-EPA merupakan agen pemerintah federal Negara AS yang fungsinya untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan berdasarkan Undang-Undang yang disahkan oleh kongres.

“Mutuagung Lestari yang dikenal sebagai Mutu Certification International menjadi lembaga sertifikasi pertama dan satu-satunya yang mewakili Indonesia di Asia dan Australia dalam melaksanakan perannya sebagai TPC,” ujar Arifin.

Menurutnya, diperolehnya pengakuan dan kepercayaan dari US-EPA pada 26 Juni 2017 ini juga berkat dukungan dari Komite Akreditasi Nasional/Badan Standardisasi Nasional dan Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat, serta Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo).

“Tidak hanya kami, Indonesia secara umum diuntungkan dengan diperolehnya pengakuan ini, karena setiap kayu komposit yang akan di ekspor ke AS harus melewati pengujian dan sertifikasi dari Mutuagung Lestari dengan harga yang lebih kompetitif,” katanya.

Meskipun diakuinya, Indonesia baru menguasai 10% pasar negeri Paman Sam. “Potensi ekspor produk kayu kita ke negara AS masih bisa ditingkatkan,” ujar Arifin. Menurutnya, pangsa pasar produk kayu di negeri Paman Sam mencapai sekitar USD 2 miliar per tahunnya. Dari jumlah itu, memang sekitar 50% dikuasai oleh produk kayu asal Tiongkok.

Namun, dia optimistis ekspor produk kayu Indonesia ke negara tersebut akan mengalami kenaikan seiring dengan adanya pengetatan mengenai pemasukan produk kayu ke AS. “Produk kayu yang masuk ke AS nantinya harus memenuhi standar emisi formaldehida,” ucap Arifin.

Dia mengatakan, pengakuan ini menjadi salah satu upaya untuk memperlancar ekspor kayu ke AS. Dengan adanya Mutuagung eksportir akan lebih mudah masuk pasar Amerika. “Jadi kedepan tidak ada lagi hambatan ekspor kayu Indonesia ke negeri Paman Sam,” ujar Arifin.

Sekadar informasi, Mutu Certification International merupakan lembaga sertifikasi swasta pertama di Indonesia yang telah berdiri semenjak tahun 1990, dan hingga kini telah memiliki cabang di Medan, Batam, Pekanbaru, Pelambang, Semarang, Surabaya, Pangkalan Bun, Samarinda dan Makasar, juga telah memiliki cabang di Tiongkok, Jepang, Malaysia dan Vietnam. Beledug Bantolo

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here