Beranda Sawit Di Pameran ICEPO, Dideklarasikan Forum Pemuda Sawit Indonesia

Di Pameran ICEPO, Dideklarasikan Forum Pemuda Sawit Indonesia

BERBAGI
Foto : Deklarasi Forum Pemuda Sawit Indonesia. (ist)

Agrofarm.co.id – Dalam ajang International Conference & Exhibition On Palm Oil (ICEPO) yang diselenggarakan pada 11-13 April 2017, dideklarasikan Forum Pemuda Sawit Indonesia. Forum ini dibentuk bertujuan untuk membela kepentingan nasional dalam menghasilkan sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Purwadi Rektor INSTIPER Yogyakarta mengatakan,  generasi muda memang sudah seharusnya menjaga komoditas kelapa sawit ini bukan semata-mata untuk keberlangsungan komoditasnya, tapi juga karena menyangkut nasib 4 – 5 juta kesempatan kerja langsung (mulai dari  petani, buruh  pabrik, hingga industrial top-management) serta 12 juta kesempatan  kerja tidak langsung.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan bahwa pasar ekspor sawit memiliki berdaya saing tinggi. Hal ini terlihat beberapa tahun ini ekspor tidak lagi didominasi oleh ekspor dalam bentuk minyak sawit mentah (CPO), tapi kini ekspor 75 persennya sudah dalam bentuk produk  turunan sawit.

“Artinya memang keberlanjutan kelapa sawit tak tergantikan, namun tidak bisa dilihat saat ini saja, lihatlah jangka panjangnya,” ujar Purwadi di sela acara ICEPO di Jakarta, Selasa, (12/4/2017).

Purwadi mengingatkan kepada kaum pemuda khususnya pelajar dan akademisi agar yang ditanam dan dijaga saat ini baru akan terlihat sekitar 25 – 30 tahun ke depan. Sebab apa yang didapat saat ini seperti merubah nasib petani, penghasilan negara yang mencapai triliuan rupiah per tahun dari ekspor CPO dan turunannya adalah hasil dari 30 tahun yang lalu.

“Jadi jangan melihat apa yang akan didapat hari ini, tapi lihatlah dampaknya di 30 tahun ke depan jika generasi muda tidak mau menjaga kelapa sawit,” tegas Purwadi.

Dia berharap kepada generasi muda untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa mengangkat kelapa sawit. Hal ini lantaran kelapa sawit adalah komoditas global dan tidak sedikit negara yang ingin menyaingi kelapa sawit karena saat ini  sawit terbukti paling efisien jika dibandingan dengan komoditas minyak nabati lainnya.

“Sehingga, deklarasi hari ini sebaiknya jangan sesaat. Artinya jangan hanya komitmen saat ini saja, tapi komitmen yang berkelanjutan untuk tetap menjaga keberlangsungan sawit Indonesia,” ujar Purwadi.

Adapun isi deklarasi tersebut, pertama, kami pemuda Indonesia menolak semua tindak deskriminasi yang mendeskreditkan sawit Indonesia karena kelapa sawit komoditas startegis yang memberikan kontribusi perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, bahan baku industri, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan pekebun rakyat.

Kedua, mendukung sepenuhnya semua upaya pemangku kepentingan untuk memproduksi sawit secara berkenalnjutan karena sawit bukanlah penyebab deforestasi. Akan tetapi sawit merupakan komoditas yang dapat mebgurangi efek gas rumah kaca.

Ketiga, mendeklarasikan: Forum Pemuda Sawit Indonesia yang bertujuan untuk membela kepentingan nasional dalam menghasilkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Beledug Bantolo