Beranda Pertanian CropLife Buat Program Edukasi Resiko Penggunaan Pestisida Untuk Petani

CropLife Buat Program Edukasi Resiko Penggunaan Pestisida Untuk Petani

141
BERBAGI
Corplife Indonesia tingkatkan pengetahuan petani terkait penggunaan pestisida. (Ist)

Agrofarm.co.id CropLife Indonesia membuat program edukasi untuk menghindari dan memininalisir tingkat resiko penggunaan pestisida kepada petani.

Adapun program yang disebut Stewardship mempunyai lima aturan utama. Memahami label, mengerjakan dengan hati-hati, merawat sprayer dengan baik, menjaga kebersihan diri dan kenakan alat pelindung diri.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan CropLife Indonesia di beberapa daerah Kabupaten Bandung bahwa lebih dari 90% petani menggunakan pestisida. Namun hanya 5% petani yang melakukan perlindungan diri saat aplikasi pestisida atau tindakan perlindungan setalah aplikasi.

Midzon Li Johanis, Chairman CropLife Indonesia mengatakan, CropfLife Indonesia telah menjalankan sejumlah inisiatif di bawah program pengawasan pelayanan sebagai pendekatan untuk melatih dan mendidik petani lokal sebagai cara untuk mengoptimalisasi produksi dan memperbaiki pemahaman mereka atas penggunaan efek kimia perlindungan tanaman, termasuk pestisida.

CropLife Indonesia dan semua anggotanya berkomitmen untuk tunduk dan taat kepada kode etik Internasional (FAO dan WHO) tentang pengelolaan pestisida dan dirancang untuk meningkatkan kesadaran perusahaan anggota CropLife Internasional , asosiasi dan pemangku kepentingan, tegasnya pada Acara Talkshow dengan tema Stabilitas Keamanan dan Ketahanan Pangan melalui Inovasi,Teknologi Perlindungan Tanaman dan Bioteknologi di Hotel Aston, Jumat (16/6/2017).

Upaya lain, tambahnya, edukasi tentang anti pemalsuan yang bersinergi dengan pemerintah untuk memerangi dan memberantas produk palsu. Selain itu, ada kampanye untuk PPE (Protective Pasticide Equpment/APD) yakni perlindungan diri dengan standar peralatan atau dengan menggunakan bahan paling sederhana yang dapat ditemukan di rumah.

CropLife juga meningkatkan cara pengetahuan dan pemahaman petani dalam pengelolaan resistensi pestisida dengan mengetahui cara kerja dan penggunaannya secara efektif, sehingga mampu meningkatkan efektivitas dalam pengendalian resistensi, jelasnya.

Midzon menambahkan, CropLife juga mengkampanyekan pemanfaatan bioteknologi untuk peningkatan hasil pertanian secara modern, pemuliaan tanaman dengan menciptakan tanaman transgenic, kultur jaringan, biopestisida.

Untuk itu, katanya, sangatlah penting para petani bisa memanfaatkan bioteknologi untuk meningkatkan hasil pertanian yang dilakukan secara modern. Misalnya menciptakan tanaman transgenik (tanaman hasil modifikasi), kultur jaringan, biopestisida dan pengetahuan lain.

Dalam upaya meningatkan ketahanan pangan, justru yang terjadi dalam 20 tahun terakhir banyak lahan produktif yang hilang, inilah yang menjadi misi kami, yakni membantu petani memprouksi cukup pangan bagi penduduk melalui inovasi teknologi, tegasnya.

Disinilah teknologi dan inovasi diperlukan sebagai bagian penting dari sektor pertanian untuk memaksimalkan lahan yang ada, yaitu dengan pemakaian varietas unggul dan efisiensi pupuk untuk meningkatka hasil produksi atau penggunaan pestisida yntuk lindungi tanaman dan pemakaian air secara efisien, terang Midzon. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here