Beranda Pertanian Bulog Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta

Bulog Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta

60
BERBAGI
Gedung Perum Bulog. (Ist)

Agrofarm.co.id-Perum Bulog mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta menyusul Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang mengabulkan gugatan Tan Heng Lok, sebagai pemilik tanah yang dimiki Perum Bulog di Kelapa Gading Barat.

Amar Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 564/Pdt.G/2015 PN-Jkt.Utr pada 24 Januari 2017. Isinya menyatakan dengan sah dan berkekuatan hukum Girik C Nomor 661 Persil 783 Blok S II seluas 21.470 meter2 dan Girik C Nomor 752 Persil 781 Blok S II seluas 22.405 m2 sebagai pemilik tanah perdasarkan perjanjian pelepasan hak dengan ahli waris Kiman bin Riban pada 28 Oktober 2014.

Selain itu, pengadilan menyatakan Sertipikat Hak Pakai No. 5/ Kelurahan Kelapa Gading Barat dan Sertipikat Hak Pakai No. 6/Keluraha Kelapa Gading Barat tidak sah dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sebatas sebagai Girik C Nomor 661 dan Nomor 752.

Kuasa hukum Perum Bulog Yusril Ihza Mahendra mengatakan, upaya banding untuk mempertahankan dan menyelamatkan aset Bulog yang riwayat perolehan tanahnya sudah dikuasai dan ditempati sejak 1973 berdasarkan penyerahan oleh Departemen Keuangan.

“Kami mengajukan bukti baru, dan juga meminta majelis di Pengadilan Tinggi Jakarta untuk memeriksa dan meninjau lapangan objek sengketa ini,” kata Yusril dalam Konferensi Pers terkait Permasalahan Hukum Gugatan Tanah Perum Bulog di Kantor Bulog, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara ditemukan adanya akrobatik pertimbangan hukum. Bukti surat, keterangan saksi-saksi dan ahli yang terungkap dalam siding sebagai fakta persidangan dan fakta hukum, diabaikan oleh majelis hakim tingkat pertama, sehingga majelis hakim tidak cukup pertimbangan hukumnya dan salah menerapkan hukum dalam putusannya, ujar Yusril.

Kuasa hukum Perum Bulog lainnya, Agus Dwiwarsono menambahkan, putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara hanya didasari pada Surat Kelurahan Kelapa Gading Timur No. 244/07/34 tanggal 24 September 2014 yang hanya melampirkan gambar lokasi tanah.

Padahal, katanya ini sudah dibantah oleh kerengan saksi Lilis Asnawti Mantan Lurah Kelurahan Kelapa Gading Timur tidak pernah melihat danya Buku Girik/Letter C. Letter C itu bukan surat kepemilikan tanah melainkan hanya bukti tanda pajaka tanah, jelasnya.

Sementara, dibandingkan Perum Bulog, lanjutnya, memiliki surat ukur yang memuat Peta Rincik/persil tanah yang dikelurakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun majelis hakim mengabaikan hal itu.

“Kami berharap Pengadilan Tinggi Jakarta membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama dalam sengketa antara pihak Tan Heng Lok dengan Perum Bulog. Tanah di Kelapa Gading sudah jelas kepemilikannya oleh Bulog,” uajr Yusril.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Wahyu Suparyono mengaku, masalah yang menimpa perusahaan menjadi bahan evaluasi di manajemen. Saat ini memang Perum Bulog tengah melakukan penataan aset.

“Saat saya masuk bersama Pak Djarot, saya bilang inilah saatnya kita rapikan aset kita. Kita punya data nasional total aset kita, cuma memang masing-masing ada beberapa persoalan, makanya ini kita tuntaskan,” terangnya. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here