Beranda Industri & Keuangan Biskuit Monde Ekspor Perdana ke Arab Saudi Agustus 2017

Biskuit Monde Ekspor Perdana ke Arab Saudi Agustus 2017

109
BERBAGI
Promosi Biskuit Monde di Arab Saudi bersama Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah/ist

Agrofarm.co.id-Upaya fasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Arab Saudi untuk pelaku usaha Indonesia berbuah manis. PT Monde Mahkota Biskuit berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi berupa biskuit senilai USD 19.575 atau Rp.261,13 juta. Nilai ini memberi kontribusi positif terhadap ekspor biskuit ke Negara Petrodolar tersebut.

Fasilitasi Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah membuahkan hasil. PT Monde Mahkota Biskuit akan melakukan pengapalan ke Arab Saudi pada awal Agustus 2017. Diharapkan ekspor perdana ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus meningkatkan nilai transaksi perdagangan dengan Arab Saudi, kata Konsul Jenderal RI di Jeddah, M. Hery Saripudin.

Sebelum masuk ke pasar Arab Saudi, PT Monde Mahkota Biskuit telah berhasil mendapat mitra dagang dan lulus registrasi badan pengawas obat dan makanan Arab Saudi, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) pada Juli 2017. Hal tersebut disampaikan perwakilan manajemen PT Monde Mahkota Biskuit Indonesia, Lia Oktavia.

Promosi Biskuit Monde di Arab Saudi bersama Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah PT Monde Mahkota Biskuit diperkenalkan pertama kali oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah ke pasar Arab Saudi pada pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH), April 2017.

Perusahaan ini memperkenalkan produk-produknya yaitu Monesco Krinkle Coffee, Monesco Krinkle Cinnamons, dan Monesco Krinkle Ginger dengan kemasan kotak berbagai ukuran. Salah satu perusahaan yang tertarik dengan biskuit Monde adalah Marketer Covoy Trading Est (MCT).

Perusahaan ini adalah importir, distributor dan agen pemasaran di wilayah Arab Saudi. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam berbagai kegiatan bisnis pada sektor peralatan, bahanbahan, dan produk makanan dan minuman jadi.

Peluang Ekspor Biskuit ke Arab Saudi Peluang pasar Arab Saudi untuk biskuit Indonesia sangat besar. Sebagai gambaran, Arab Saudi mengimpor biskuit yang termasuk dalam kode HS 19 (preparations of cereals, flour, starch or milk; pastrycooks’ products) dengan nilai sangat besar dari seluruh dunia, mencapai USD 129,8 miliar pada 2016.

Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi pada tahun 2016 untuk komoditas preparations of cereals, flour, starch or milk; pastrycooks’ products, tumbuh 7,69% dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2015.

Berdasarkan Data Statistik Perdagangan untuk komoditas ekspor dengan kode HS 19, nilai ekpor Indonesia ke Arab Saudi dalam lima tahun terakhir adalah USD 6,35 juta pada tahun 2012, USD 10,7 juta pada tahun 2013, USD 10,5 juta pada tahun 2014, senilai USD 9,09 juta pada tahun 2015, dan USD 9,79 juta pada tahun 2016. Artinya, pada 2016, Indonesia baru berhasil memenuhi kebutuhan biskuit Arab Saudi sebesar 0,69%.

Indonesia jelas punya peluang besar dan perlu berupaya meningkatkan peluang tersebut untuk mendapatkan porsi yang lebih besar di pasar Arab Saudi, kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan, yang juga anggota Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah.

Negara yang menjadi pesaing Indonesia untuk komoditas sejenis adalah Prancis dengan nilai ekspor ke Arab Saudi USD 196,9 juta, Irlandia dengan USD 157,3 juta, Uni Emirat Arab dengan USD 148,7 juta, Jerman dengan USD 137,5 juta, dan Spanyol dengan USD 117,6 juta.

Di sisi lain, produsen makanan dan minuman Indonesia perlu terus meningkatkan jaminan keamanan pasokan. Keamanan pasokan ini, kata Gunawan menambahkan, mempunyai peran yang sangat vital dan perlu terus dijaga.

Dengan begitu, Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah sebagai ujung tombak pemasaran dan agen promosi produk Indonesia di Jeddah dapat terus menindaklanjuti berbagai permintaan dari para pengusaha Arab Saudi yang membutuhkan produk-produk Indonesia.

Menjadi tugas kami memikirkan dan menentukan cara serta metode pendekatan yang tepat untuk meyakinkan para pembeli di Arab Saudi, sedangkan jaminan keamanan pasokan menjadi tugas bagi produsen di Indonesia. Dengan pembagian tugas yang jelas ini, kita semua berharap semakin banyak produk Indonesia yang membanjiri pasar Timur Tengah. Tidak menutup kemungkinan produk Indonesia akan merambah pasar Gulf Cooperation Council (GCC) dan negara sekitarnya, kata Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Bactiar Saleh. diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here