Beranda Pertanian Balitbangtan Lepas Varietas Mangga Agri Gardina dan Avocado Manggo

Balitbangtan Lepas Varietas Mangga Agri Gardina dan Avocado Manggo

BERBAGI

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melepas varietas Mangga Agri Gardina dan Avocado Manggo atau mangga gadung.

Indonesia sangat kaya akan jenis buah mangga. Ada sekitar 400 vatietas atau jenis mangga yang ada dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kekayaan sumberdaya genetik mangga di Indonesia yang tinggi perlu terus diperkenalkan kepada khalayak luas untuk membuka pasar yang lebih lebar hingga mampu unjuk gigi di pasar mangga dunia.

Meski Indonesia merupakan negara produsen mangga ke-4 di dunia dan negara eksportir mangga ke-7 di Asia dengan rata-rata produksi 2 juta ton per tahun.

Untuk menjawab permasalahan ini, Balitbangtan Kementan yang juga telah menghasilkan berbagai teknologi inovatif hortikultura khususnya manga. Adapun varietas tersebut, terutama empat jenis mangga Garifta Garifta Orange, Garifta Merah, Garifta Kuning, Garifta Gading, dan Agri Gardina 45 telah tersebar benihnya ke sekitar 18 provinsi di Indonesia, dengan jumlah benih yang tersebar sebanyak 8.657 benih sumber dan 269.711 benih sebar.

Kepala Puslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian, Hardiyanto mengatakan sejumlah varietas mangga baru hasil pengembangan Kebun Pembenihan Cukurgondang sudah ditanam secara massal di daerah-daerah bahkan sudah diekspor ke luar negeri.

“Sejumlah mangga Indonesia telah diekspor ke negara-negara lain, seperti mangga varietas gedung gincu dari Jawa Barat, dan arummanis dari Jawa Timur,” kata Hardiyanto dalam siaran persnya, Senin (6/11/2017).

Dia menjelaskan, mangga klonal 21 (mangga alpukat) juga sudah mulai ekspor dan sekarang areal tanamnya diperluas oleh petani di daerah-daerah. Ia berharap mangga Agri Gardina juga diterima masyarakat dan sukses dikembangakan sehingga siap diekspor.

“Mangga varietas Agri Gardina 45 lebih menarik karena ukuran kecil dan warnanya kuning campur kemerahan yang merata, sangat menarik konsumen luar negeri,” urai Hardiyanto.

Balitbangtan, lanjutnya, telah melaunching dua varietas unggul baru mangga diantaranya dan Agri Gardina 45, Varietas baru yang juga disebut mangga pisang (Banana manggo) ini merupakan hasil persilangan antara mangga arummanis dan mangga saigon.

“Dibutuhkan waktu 5 tahun penelitian untuk bisa menghasilkan mangga agri gardina ini. Kita ambil efek warna merah dan karakteristik pohon dan buahnya dari mangga saigon, rasa (diambil) dari mangga arummanis,” kata Sri Yuliati Kepala Divisi Ekologi Balitbu tropika, Kementan.

Sri mengatakan, selain memiliki penampilan menarik yakni bentuknya lebih kecil dan warna merah-kekuningan serta rasanya yang sangat manis, pohon mangga agri gardina juga berkarakter rendah (Cebol) sehingga menghemat ruang tanam dan bahkan bisa ditanam di dalam pot.

“Di hamparan bisa ditanam dengan jarak tanam tiap pohon antara 2,5 x 2,5 meter, setiap hektar bisa ditanami sebanyak 1.500 pohon. Padahal untuk mangga varietas lain, pada umumnya setiap hektar hanya sekitar 4.00 pohon dengan jarak jarak tanam 10 x 10 meter,” ungkapnya.

Sri mengaku perawatan mangga pisang ini juga mudah. Untuk 1 hektar, biayanya sama dengan jenis mangga varietas lainnya. Dengan perawatan optimal, pada umur 1,5-2 tahun mangga ini sudah bisa berbuah.

“Sesuai namanya mangga pisang, makannya sama seperti makan pisang. Kulitnya dikupas dari bagian atas ke bawah dan bisa langsung dinikmati,” pungkasnya. Bantolo