Beranda Pertanian Balitbangtan Gandeng Peragi Percepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian

Balitbangtan Gandeng Peragi Percepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian

151
BERBAGI
Muhammad Syakir, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). (ist)

Agrofarm.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan kerjasama dengan Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) guna mempercepat hilirisasi inovasi pertanian dan dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan nasional.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balitbangtan Kementan Muhammad Syakir dalam acara Press Conference Seminar Nasional dengan tema “Peran Teknologi Agronomi Dalam Mempercepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian” yang akan diselenggarakan pada 19 Juli 2017 di IPB International Convention Center (ICC) Bogor.

Dia mengungkapkan, alasan menggandeng Peragi lantaran organisasi profesi ini telah ikut menjadi bagian dari pembangunan pertanian maupun bertanggungjawab dalam menjawab berbagai permasalahan pertanian melalui aktivitas riset.

“Peragi mempunyai jaringan yang kuat karena semua perguruan negeri dan swasta di Indonesia mempunyai jurusan agronomi. Untuk itu, lembaga riset pemerintah harus senantiasa bekerjasama dengan stakeholder lainnya, termasuk asosiasi profesi seperti Peragi,” kata Syakir di kantor Balitbangtan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, Indonesia mempunyai banyak tantangan diantaranya : keterbatasan lahan dan sumber daya manusia serta perubahan iklim. “Ilmu agronomi sangat penting dalam sektor pertanian karena erat kaitannya dengan pemuliaan tanaman, budidaya dan pasca panen,” tandas Syakir.

Dia menambahkan, peran teknologi agronomi dalam menghadapi perubahan iklim melalui penciptaan varietas yang toleran terhadap kekeringan maupun rendaman atau jenis amphibi, serta tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Teknologi jajar legowo super untuk padi merupakan salah satu contoh terobosan dari hasil teknologi agronomi, jelas Syakir.

Adapun teknologi agronomi yang telah dikerjasamakan dengan pihak swasta diantaranya : 12 varietas jagung hibrida telah dilisensi oleh 11 perusahaan, 4 varietas padi hibrida ke empat mitra perusahaan, 6 varietas tanaman hortikultura oleh empat perusahaan dan 12 formula pupuk sudah dilisensi oleh delapan perusahaan.

Sekertaris Jenderal Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peradi) Agus Purwito mengatakan, pihaknya akan menghimpun dan mengidentifikasi berbagai teknologi yang sudah diterapkan dan sedang berjalan di perguruan tinggi maupun Balitbangtan dari aspek pemuliaan, budidaya, pasca panen dan sosial ekonomi pertanian. “Kita berharap bisa meningkatkan dan memelihara teknologi pertanian di masa mendatang,” ujar Agus.

Dia menuturkan, teknologi yang sudah dihasilkan dapat secepatnya digunakan oleh petani. Untuk menghasilkan varietas padi baru membutuhkan waktu puluhan tahun. “Ke depan diharapkan waktunya bisa dipangkas agar lebih cepat berkembang di masyarakat guna peningkatan kesejahteraan maupun nilai tambah bagi petani,” jelas Agus. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here