Sukseskan Asian Games, Konsesi HTI & HPH Aman dari Api

Hutan Alam (HPH) /ist

Agrofarm-Perusahaan Hutan Tananaman Industri (HTI) yang sekarang dinamakan IUPHHK-HT dan perusahaan Hak Pengelolaan Hutan Alam (HPH) yang sekarang dinamanan IUPHHK-HA meningkatkan kewaspadaan dan telah melakukan upaya mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam hal ini, areal HTI lebih rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Berkat langkah-langkah yang telah diambil, sampai saat ini konsesi HTI masih aman dari api. Meski demikian, butuh keterpaduan program semua pihak yang berkesinambungan untuk mencapai kondisi ideal dalam pencegahan karhutla.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto menjelaskan, perusahaan HTI anggota APHI sangat memahami risiko karhutla. Untuk itu semua perusahaan telah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi. Apalagi akan ada perhelatan olah raga Asian Games di Palembang.

“Semua perusahaan HTI, khususnya di Sumatera Selatan telah meningkatkan kewaspadan dan upaya-upaya pencegahan karhutla,” kata dia, Rabu (08/8/2018).

Upaya yang dilakukan termasuk meningkatkan anggaran pengendalian karhutla. Beberapa perusahaan juga telah menyatakan siap untuk membantu pemadaman jika terjadi kebakaran sampai radius 5 kilometer dari batas konsesinya. Selain itu, perjanjian kerja sama (MoU) antar perusahaan telah ditandatangani untuk saling membantu memadamkan jika terjadi kebakaran tanpa harus mengajukan Izin masuk ke area konsesi.

Untuk mendukung kesiapan ini, perusahaan-perusahaan HTI telah dilengkapi regu kerja dengan mempekerjakan lebih dari 2.700 orang dan bersertifikat manggala agni dan didukung peralatan bertaraf internasional. Pos pemantauan api mencapai lebih dari 400 buah dan peralatan canggih berupa helikopter sebanyak 8 unit dan 2 airboats untuk pemadaman secara cepat dengan menggunakan water bombing.

Perusahaan-perusahaan HTI juga melakukan upaya sosialisasi dan kolaborasi dengan masyarakat dengan melibatkan unsur pemerintah serta mendorong terbentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA) serta penguatan program pemberdayaan masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan. Secara teknis, perusahaan HTI menjaga ketinggian permukaan air, memenuhi ketersediaan sarana prasarana pengendalian karhutla, serta menambah dan meningkatkan kemampuan SDM personil Regu Pemadam Kebakaran (RPK).

“Untuk saat ini perusahaan-perusahaan HTI terus menerus berkoordinasi dengan Satgas Karhutla yang dibentuk oleh Kepala Daerah di tiap Propinsi yang rawan karhutla,” ujar Purwadi.

Menurut Purwadi, dengan upaya-upaya yang sudah dilaksanakan sampai saat ini areal konsesi perusahaan HTI masih dalam kondisi aman dari api. “Harapan kami ke depan setiap jengkal lahan di Sumatera Selatan dapat segera dikelola sepanjang tahun dengan tata air yang baik dan pengelolanya adalah orang-orang yang jelas dan bertanggung jawab agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Bencana karhutla sudah disadari banyak pihak bisa menimbulkan dampak negatif. Karhutla menimbulkan risiko kesehataman masyarakat, kerusakan lingkungan, rusaknya hubungan bilateral dengan Negara tetangga, dan risiko kerugian ekonomi yang besar.

Menurut Purwadi, yang dikutip dari berbagai seminar, lokakarya, diskusi dan berbagai konsultasi publik, sejatinya semua pihak sudah mendapat rekomendasi cara yang efektif dalam pengendalian karhutla. Begitupun setiap perusahaan HTI dengan memperhatikan karakteristik fisik lahannya, karakteristik alam lingkungannya dan karakteristik sosial budaya serta sosial ekonominya.

Purwadi menyatakan, upaya-upaya menuju kondisi ideal agar tidak terjadi karhutla perlu adanya kesinambungan dan keterpaduan program semua pihak dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Namun upaya mitigasi yang perlu dilakukan sampai mencapai titik ideal harus selalu berkesinambungan dan terpadu dari tahun ke tahun, bukan hanya menghadapi perhelatan Asian Games saja. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*