Minamas Plantation Atasi Kebakaran Lewat Program Desa Mandiri Cegah Api

Minamas Plantation secara aktif pemadaman api di areal lahan sawit yang terbakar/ist

Agrofarm-Pada tanggal 26 Juli 2018 telah terjadi kebakaran di areal plasma salah satu anak perusahaan Minamas Plantation yaitu PT Bahari Gembira Ria (PT BGR), SKJ 11 milik Kelompok Tani Maju Desa Sumber Agung.

Atas kejadian tersebut, Minamas Plantation secara aktif langsung mengambil langkah-langkah pemadaman api, bergotong royong dengan masyarakat sekitar dan aparat berwenang. Pada hari pertama Kamis 26 Juli 2018, MPA (Masyarakat Peduli Api) dan tim pemadam PT.BGR bersama dengan tim Satgas Karhutla kabupaten Muaro Jambi, melakukan operasi pemadaman sampai dini hari.

Hari kedua Jumat 27 Juli 2018, MPA dan tim pemadam PT.BGR bersama dengan tim Satgas Karhutla kabupaten Muaro Jambi, melakukan operasi pemadaman dan pendinginan (mopping up). Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi, melakukan kaji cepat, pendataan dan operasi pemadaman. Api padam setelah dilakukan Operasi Darat selama 2 hari.

Minamas Plantation sampai saat ini terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat. Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

“Kami sangat menghargai kerjasama para tim gabungan (MPA, Polisi, TNI, tim tanggap darurat, BNPBD) di lapangan atas respon cepat untuk memadamkan api. Kami akan terus berupaya mencegah terjadinya kebakaran di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Asian Games tanpa asap pada bulan Agustus ini,” kata President Director Minamas Plantation – Haryanto Tedjawidjaya dalam keterangan resminya, Senin (06/8/2018).

Untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan khusus di propinsi Jambi, Minamas Plantation telah mengimplementasikan program pencegahan kebakaran berbasis desa dengan menggandeng tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi (LPPM-UNJA).

Sebanyak 4 desa di Jambi telah menjadi Desa Mandiri Cegah Api di bawah program Universitas Jambi. Adapun desa-desa tersebut adalah desa Arang-arang, desa Parit, desa Sumber Agung dan desa Gambut Jaya. Masyarakat desa tersebut mendapatkan pendampingan dalam menjalankan praktek pertanian berkelanjutan dan sesuai dengan Zero Burning Policy.

Minamas Plantation bersama anak usahanya sejak tahun 2001 telah melaksanakan komitmen melakukan praktek perkebunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan Zero Burning Policy. Melalui komitmen tersebut perusahaan melakukan upaya-upaya menanggulangi kebakaran melalui pembangunan 72 menara api yang tersebar di beberapa lokasi di seluruh unit usaha (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) dengan rata-rata ketinggian menara api mencapai 15 meter serta memasang Fire Index papan pengumuman di sekitar operasi untuk memastikan bahwa semua karyawan selalu waspada terhadap resiko untuk terjadinya kebakaran.

Setiap perkebunan melengkapi alat-alat pemadam kebakaran, seperti: menara api, mobil pemadam kebakaran, pompa air bertekanan tinggi, serta perlengkapan personil pemadam kebakaran lainnya di seluruh unit usaha. Selain itu, Minamas juga bekerjasama dengan pemerintah lokal untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA).

Sampai tahun 2017 ini sebanyak 19 desa telah menjadi Desa mandiri Cegah Api di bawah program Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Jambi. Perpanjangan program ini terus dilakukan dan saat ini kerjasama dengan Universitas Sriwijaya untuk program yang sama kembali dilaksanakan dengan jumlah 5 desa yang akan mendapatkan pendampingan. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*