Indonesia-Pakistan Saling Dukung Promosi dan Perdagangan Minyak Sawit

Konjen RI Karachi, Totok Prianamto didampingi Fungsi Ekonomi telah menerima Mr. Abdul Rasheed Janmohammad (ARJM), Chairman dari Pakistan Edible Oil Refinery Association (PEORA) di KJRI Karachi Pakistan/ist

Agrofarm-Indonesia dan Pakistan sepakat saling mendukung dalam hal promosi dan perdagangan minyak sawit. Hal itu dikatakan Konjen RI Karachi, Totok Prianamto didampingi Fungsi Ekonomi telah menerima Mr. Abdul Rasheed Janmohammad (ARJM), Chairman dari Pakistan Edible Oil Refinery Association (PEORA) di KJRI Karachi.

ARJM mengapresiasi penerimaan Konjen RI Karachi dan memperkenalkan dirinya sebagai pengusaha di bidang minyak makan. Dengan lini bisnis utama importase produk-produk minyak kelapa sawit dan turunannya, seperti crude palm oil (CPO), palm olein, RBD dan sebagainya.

Selain itu, Ia juga memiliki pabrik penyulingan CPO dengan kapasitas 1.200 ton per hari, gudang penyimpanan produk minyak makan dengan kapasitas 15.000 ton, serta jetty (dermaga) khusus sandar kapal pengangkut CPO, yang keseluruhannya berada di Pelabuhan Bin Qasim, Karachi.

“ARJM juga mengapresiasi tinggi peran perwakilan RI di Pakistan dalam memfasilitasi kelancaran dan mempromosikan peningkatan perdagangan minyak makan, terutama minyak kelapa sawit, antara Indonesia dan Pakistan,” kata Abdul dalam keterangan resminya, Jumat (20/7/2018).

Ia menyebutkan bahwa Pakistan mengimpor sekitar 3 juta ton minyak kelapa sawit setiap tahunnya, dimana Indonesia memenuhi 80% dari jumlah tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa, sebagai Ketua dari Pakistan Edible Oil Conference (PEOC), peran Pemri dan sektor swasta Indonesia, dalam kaitan ini Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), berperan sangat besar dalam mendukung dan menyukseskan pelaksanaan konferensi minyak makan terbesar di Pakistan tersebut selama tiga tahun belakangan.

Abdul juga menginformasikan bahwa PEOC ke-4 akan dilaksanakan pada tanggal 18 19 Januari 2019 dan akan dilaksanakan selama dua hari, dari sebelumnya selalu satu hari. ARJM menyampaikan bahwa kesuksesan pelaksanaan PEOC membuat semakin banyak sektor-sektor pendukung, seperti riset dan permesinan, yang tertarik untuk turut mengisi acara dimaksud. Ia menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan pengakuan betapa menjanjikannya pasar Pakistan untuk minyak makan.

Totok menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang telah diberikan oleh ARJM. Konjen RI Karachi berkomitmen untuk terus mendukung promosi perdagangan minyak kelapa sawit antara Indonesia dan Pakistan, salah satunya melalui penyelenggaraan PEOC.

Totok juga menyatakan harapannya agar ARJM juga mendukung upaya promosi KJRI Karachi, antara lain melalui rencana penyelenggaraan Palm Oil Fair of Indonesia (POFI) yang pertama kalinya akan diadakan pada tanggal 6 September 2018.

“Kegiatan ini akan mengundang para pemangku kepentingan di bidang minyak kelapa sawit dari sektor publik dan swasta Indonesia, serta dari pemerintah Provinsi Sindh,” jelasnya.

Konjen RI Karachi juga membuka peluang bagi pihak swasta di sektor minyak kelapa sawit untuk turut memberikan pandangannya pada kegiatan ini. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*