UNSP Bukukan Penjualan Rp 1,5 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk

Agrofarm-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,5 triliun disepanjang tahun 2017 yang ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 1,03 triliun dan komoditas karet Rp 475 miliar seperti pada laporan keuangan 31 Desember 2017.

Di tengah harga jual minyak kelapa sawit (crude palm oil, CPO) dan karet yang masih dalam trend penurunan sejak puncak nya di tahun 2011, kinerja Perseroan membaik disepanjang tahun 2017 dengan berhasil membukukan peningkatan laba kotor +24% ke Rp 588 miliar dan laba operasi +163% ke Rp 151 miliar disepanjang tahun 2017 dibandingkan periode sama 2016.

“Manajemen UNSP optimis, kinerja Perseroan sepanjang tahun 2017 memberikan perhatian pada pembenahan operasional kebun serta fasilitas produksinya, melalui optimalisasi hasil kebun inti serta minimalisasi pembelian dari pihak ketiga. Penurunan pembelian dari pihak ketiga di tahun 2017 memberi dampak positif bagi Perseroan, yaitu pada penurunan beban pokok penjualan sebesar 16%. Sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan usaha, Perseroan senantiasa berupaya mengurangi berbagai beban operasional,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya, Jumat (20/7/2018).

Perseroan terus bekerja keras melakukan serangkaian program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet, ditengah masih lemahnya harga komoditas CPO (Crude Palm Oil) dunia disepanjang 2017 serta diskon harga jual CPO domestik akibat kebijakan CPO Fund Pemerintah memungut USD 50 per ton CPO untuk insentif program biodiesel nasional.

Menurutnya, harga komoditas sawit utama yaitu CPO terus melemah dari level bulanan USD 800 per ton CIF Rotterdam di Januari hingga ke level USD 670 di Desember 2017.

“Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) and ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan,” paparnya. Bantolo

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*