Dua Langkah Kementan Kendalikan Harga Telur Ayam

Harga telur ayam merangkak naik/ist

Agrofarm– Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan ada tiga faktor mahalnya harga telur ayam ras belakangan ini.

I Ketut Diarmita Dirjen Peternakan PKH Kementan mengatakan, faktor penyebab kenaikan harga telur dan juga daging ayam ras pasca lebaran di antaranya; terjadi lonjakan kebutuhan telur secara nasional terkait beberapa program pengadaan telur langsung untuk masyarakat miskin dan KJP DKI.

kedua, bagusnya harga daging ayam pada saat lebaran, sehingga banyak peternak melakukan afkir dini ayam petelur/layer untuk dijual dagingnya.

Ketiga, setelah pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dan Ractopamine dalam pakan ternak, harga telur dan daging ayam menjadi mahal karena telur zero residu AGP.

Menindaklanjuti hal-hal di atas, Ditjen PKH Kementan menyodorkan solusi yang akan dilakukan bersama. Pertama, pemerintah segera melakukan penghitungan ulang prognosa kebutuhan telur dan ayam ras.

Kedua, berkoordinasi dengan Kemendag untuk mengkaji kembali harga acuan telur dan ayam ras tingkat produsen dan konsumen.

“Dan sesuai hasil rapat dengan pihak-pihak terkait hari yakni Pinsar mengupayakan harga telur segera stabil dalam minggu ini,” jelas Diamita dalam keterangan resminya, Selasa (17/7/2018).

Untuk diketahui, Ditjen PKH Kementan merilis data produksi telur dari Januari hingga Mei aman bahkan surplus. Produksi telur bulan Juni 2018 sebanyak 153.450 ton dan kebutuhan telur bulan Juni sebanyak 151.166 ton, artinya ada Surplus telur dibulan Juni sebanyak 2.284 ton. Maka itu, tidak ada kekurangan produksi telur sampai bulan Juni 2018. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*