2018, Sinar Mas Bangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Jambi

Agrofarm.co.id-Tahun ini Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinar Mas Agribusiness di Jambi akan dilaksanakan melalui pembangunan fasilitas pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di daerah binaan perusahaan.

Pada tahun 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA telah menurun menjadi dua titik panas dan satu titik api dari sebelumnya di 2016, sebanyak dua titik panas dan dua titik api dan pada tahun 2015, sebanyak 213 titik panas dan 130 titik api. Sementara itu, Kabupaten Sarolangun Jambi jumlah titik panas dan kebakaran di sembilan desa juga berkurang.

CEO Perkebunan wilayah Jambi, Benjamin Josua mengatakan, menyusul keberhasilan program DMPA yang dimulai pada tahun 2016, perusahaan dengan senang hati melaporkan bahwa masyarakat di Sarolangun tetap siaga dan berhasil meminimalkan kebakaran pada tahun 2017.

“Sembilan DMPA kami berhasil menjaga area mereka dari kebakaran dan masing-masing mendapatkan penghargaan sebesar Rp 100 juta per desa yang akan digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dan tim Masyarakat Siaga Api desa dan untuk fasilitas umum lainnya,” jelas Benjamin dalam keterangan resminya, Rabu (07/3/2018).

Dalam kegiatan penyerahan penghargaan DMPA yang dilaksanakan di Sarolangun, sembilan desa binaan di Kecamatan Air Hitam mendapatkan bantuan penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dan infrastruktur umum senilai total Rp 900 juta.

Sebelum bantuan penghargaan diberikan telah dilakukan penilaian di masing-masing desa bersama Muspika Kecamatan Air Hitam dengan kriteria penilaiaan mengacu pada ketentuan, yaitu kejadian hotspot dan kebakaran di desa, kinerja dari tim Masyarakat Siaga Api (MSA) serta respon dukungan dari unsur Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Dampak dari program DMPA makin terlihat. Kesadaran masyarakat terkait bahaya kebakaran lahan juga semakin terbentuk. Hal ini dilihat dari banyaknya masyarakat yang sudah mengolah lahan pertaniannya tanpa membakar.

“Mereka menyadari bahwa akan banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari membakar lahan baik dari segi kesehatan manusianya, kesehatan tanahnya , sanksi hukum, dan kerugian material,” tambahnya.

Peran serta MSA sebagai bagian penting dalam mencegah kebakaran juga diserukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui program serupa. Belum lama ini KLHK mengumumkan rencananya untuk membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) di 100 desa di Kalimantan Timur setelah sebelumnya membntuk MPA untuk 200 desa di berbagai lokasi rawan kebakaran di Indonesia.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menegaskan pentingnya peran MPA dalam pencegahan kebakaran, hutan dan lahan (karhutla) yang dapat segera mengatasi kebakaran kecil di daerahnya.

Tahun ini, program percepatan ketahanan pangan Desa Makmur Peduli Api Sinar Mas Agribusiness and Food di Jambi akan dilaksanakan melalui pembangunan fasilitas pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di daerah binaan perusahaan.

PKBM diharapkan menjadi wadah pembelajaran untuk program-progran pemberdayaan bagi masyarakat sekitar, khususnya petani melalui program pertanian yang lestari. Fasilitas dan program-program terkait akan dikembangkan dan di fasilitasi oleh perusahaan agar masyarakat dapat belajar dan mempraktekkan langsung pola bertani lestari serta mengaplikasikan program yang sesuai di desa masing-masing dengan bimbingan teknis dari ahli pertanian yang disiapkan oleh perusahaan.

“Salah satu inisiatif penting yang akan kita jalankan tahun ini adalah percepatan implementasi program DMPA ketahanan pangan dengan pembangunan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat untuk desa-desa binaan,” beber Benjamin.

Dia berharap pusat pelatihan ini akan dapat menjadi solusi bagi masyarakat agar mampu mengolah lahannya tanpa perlu membakar dan diharapkan hal ini juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai proyek percontohan

“Kita akan membangun PKBM yang akan memfasilitasi tiga desa binaan disekitarnya yang selanjutnya akan kita evaluasi dan sempurnakan. Kami ingin memberikan contoh yang nyata kepada masyarakat bahwa mereka bisa tetap bertani dan sejahtera tanpa harus membakar lahan,” pungkas Benjamin. Dian

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*