Frisian Flag Indonesia Perluas Program Farmer2Farmer ke Wilayah Baru

Program Farmer2Farmer (F2F) PT Frisian Flag Indonesia/ist

Agrofarm.co.id-PT Frisian Flag Indonesia (FFI) memperkuat komitmennya untuk mengembangkan peternak sapi perah di Indonesia melalui program Farmer2Farmer (F2F) dengan memasuki area cakupan baru, Blitar dan Tulungagung.

Inisiatif ini dilakukan untuk lebih meningkatkan keterampilan dan kemampuan peternak sapi perah lokal untuk mengembangkan bisnis pertanian dan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini disampaikan oleh DDP Manager and FDOV Project Frisian Flag Indonesia, Akhmad Sawaldi, dalam acara Penutupan Program Farmer2Farmer 2018 yang diadakan di KUTT Suka Makmur, Pasuruan, Jawa Timur.

Program F2F dimulai pada tahun 2013 dengan bertujuan untuk mendorong peternak sapi perah lokal untuk menerapkan praktik peternakan sapi perah yang baik (GDFP) secara konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat Indonesia.

Melalui inisiatif ini, FFI mengembangkan dan menerapkan serangkaian pelatihan intensif serta program pendampingan dan pemantauan. Materi pelatihan meliputi kesehatan hewan, higienitas pemerahan susu, pemberian pakan dan minum ternak, pengelolaan kesejahteraan hewan, dan sistem pengelolaan limbah. Memasuki tahun ke-6, F2F kini telah menjangkau hampir 1.000 peternak sapi perah lokal dan ditargetkan untuk terus meningkat kedepannya.

“Setelah mendapat tanggapan positif dari peserta F2F di Pasuruan di tahun sebelumya, kami memutuskan untuk memperluas inisiatif ke daerah lain, yaitu Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur. Kami melihat potensi yang luar biasa di Jawa Timur, terutama di dua kabupaten ini, sehingga kami memutuskan untuk memulai inisiatif F2F di sana. Sama seperti peserta F2F lainnya, kami berharap peserta F2F baru dari Tulungagung dan Blitar juga dapat diuntungkan dari komitmen jangka panjang kami,” kata Akhmad Sawaldi, DDP Manager and FDOV Project Frisian Flag Indonesia dalam siaran persnya, Kamis (01/3/2018).

Sebelumnya, program F2F telah menjangkau wilayah Lembang dan Pangalengan, Jawa Barat, serta Pasuruan, Jawa Timur. Dengan penambahan dua area cakupan, FFI berharap dapat menjangkau lebih banyak peternak sapi perah di Indonesia.

Untuk memberi nilai lebih bagi program ini, F2F juga mengundang tiga peternak sapi perah Belanda yang telah sukses untuk menjadi mentor peserta F2F secara langsung setiap tahunnya. Tahun ini, Paul Sinnige, Adinda Roerink, dan Minne Holtrop mengunjungi Indonesia dari tanggal 12 sampai 27 Februari untuk melatih peserta F2F di Jawa Barat dan Jawa Timur. Selama kunjungan mereka, selain melatih peserta F2F, para peternak Belanda juga berbagi pengalaman mereka dalam membangun usaha peternakan sapi perah yang sukses.

Yudi Purwanto, 31 tahun, peternak sapi perah asal Pasuruan, Jawa Timur mengakui bahwa program F2F telah membantunya meningkatkan usaha peternakan sapi perah.

“Awalnya saya cukup enggan untuk mengubah kebiasaan dan rutinitas saya sehari-hari dalam beternak. Tapi FFI dan peternak Belanda yang melatih saya mendorong untuk mulai menerapkan praktik peternakan sapi perah yang baik, sehingga saya memutuskan untuk mencobanya. Saya senang bisa berpartisipasi dalam program F2F dan semoga F2F dapat dilakukan di daerah lain di Indonesia, sehingga peternak sapi perah lainnya juga dapat mengembangkan kesejahteraan keluarga mereka,” tuturnya.

Implementasi F2F telah menghasilkan pertumbuhan bisnis yang positif bagi para peserta F2F. Sebagian besar bisnis peternakan peserta mengalami pertumbuhan dalam beberapa bulan setelah mereka mulai menerapkan praktik peternakan sapi perah yang baik.

“Kami sangat senang dengan antusiasme peserta F2F untuk secara aktif mengikuti program kami, terutama untuk melihat peningkatan GDFP mereka. Hal ini mendorong kami untuk terus berupaya menginspirasi dan mendukung peternak sapi perah untuk menerapkan praktik ini secara konsisten dan berkelanjutan karena kami percaya bahwa potensi pertumbuhan ekonomi di kalangan petani sapi perah masih sangat tinggi. Kami juga berharap dapat terus memperkuat program kami dengan secara bertahap menjangkau daerah lain di Indonesia,” jelas Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia.

Program Farmer2Farmer diselenggarakan melalui kolaborasi FrieslandCampina dan FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang-Jawa Barat, Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat, Koperasi Bangun Lestari Tulung Agung, Jawa Timur, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Jawa Timur dan dukungan penuh dari Pemerintah Belanda melalui instrumen kemitraan publik-swasta Kementerian Luar Negeri Belanda, yakni Program FDOV.

Melalui Program FDOV, FFI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk secara substansial memperbaiki produktivitas dan keberlanjutan di kalangan peternak, melalui pelatihan dan dukungan teknis. Implementasi Program Farmer2Farmer Frisian Flag Indonesia diharapkan dapat mengatasi masalah perekonomian peternak sapi perah serta mendukung upaya pemenuhan kebutuhan susu segar lokal di Indonesia di masa mendatang. Bantolo

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*