Kementan Dorong Luwu Utara Garap Pembibitan Sapi Potong

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mendorong Kabupaten Luwu Utara untuk pengembangan sapi potong.

“Saya melihat memang belum sempurna, tapi dengan kesungguhan dan komitmen yang dimiliki oleh kepala daerah di Luwu Utara ini untuk mengoptimalkan potensi wilyahnya, maka semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” kata I Ketut Diarmita Dirjen PKH Kementan dalam siaran persnya, Sabtu (17/22018).

Saat ini pemerintah memang sedang berupaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri agar terjadi lompatan populasi yang signifikan, diantaranya melalui Upsus Siwab, penguatan UPT perbibitan, penambahan sapi indukan impor dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif.

“Untuk pengadaan sapi indukan akan disebarkan kepada Kepala Daerah yang siap, hal itu harus ditunjukkan dengan kesiapan lahan untuk penyediaan pakan,” katanya.

Menurutnya, komitmen daerah dalam menyiapkan dukungan potensi lokal, baik kesiapan lahan maupun pakan yang dibutuhkan sangat penting. “Hasil peninjauan kesiapan daerah ini akan menjadi dasar dalam penentuan layak atau tidaknya daerah tersebut menerima bantuan pemerintah, sehingga program akselerasi peningakatn populasi sapi dapat terlaksana dengan baik,” ucap I Ketut.

Ketut menyebutkan, sesuai rencana Luwu Utara akan mendapat alokasi sekitar 400 ekor sapi jenis Brahman Cross yang nantinya akan ditempatkan di UPTD Sapi Potong Luwu Utara.

“Saya melihat Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi pengembangan sapi dan potensi lahan pengembalaan, serta sumberdaya manusia dibidang peternakan yang cukup bagus. Namun perlu adanya penataan lahan dan menambah rumput yang berkualitas untuk Hijauan Pakan Ternak,” kata I Ketut.

Ketut juga menyarankan kepada Bupati Luwu Utara agar mengarahkan masyarakat sekitar untuk menanam rumput pakan hijauan seperti: odot, rumput gajah, king grass, Indigofera untuk menyongsong kedatangan sapi-sapi indukan Brahman Cross yang nantinya rumput tersebut dapat dijual ke UPTD, sehingga masyarakat juga ikut dilibatkan dalam pengembangan sapi dan menambah penghasilan harian masyarakat setempat, sehingga pada gilirannya kesejahteraan petani/peternak meningkat.

Selain itu, disebutkan, karakteristik Sapi Brahman Cross berbeda dengan sapi Bali. “Sapi Brahman Cross enggan birahi kalau pakannya tidak cukup dan tidak cocok,” tambah I Ketut.

Bupati Luwu Utara mengatakan, daerahnya sudah siap untuk menerima kedatangan sapi Brahman Cross. Indah menuturkan, hal ini sebagai bukti nyata pemerintah daerah Luwu Utara dalam mendukung kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Indah menyebutkan, keseriusan Luwu Utara dalam menggarap pembibitan ternak sapi potong ini dibuktikan dengan telah dialokasikannya dana APBD sekitar lebih dari 4 miliar untuk pembangunan Ranch Peternakan seluas 250 hektar (ha).

Pembangunan tersebut meliputi: pembangunan kantor UPTD Perbibitan, pagar ternak, Gudang Pakan, Pembangunan Kandang Ternak, pembangunan pos Jaga, pengadaan kendaraan operasional UPTD, dan pengkrikilan jalan ke lokasi Ranch Sepanjang 2 km.

“Berbagai upaya telah dilakukan termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan terkait Revisi Kawasan Hutan Lindung untuk Alih Penggunaan Lahan yang direncanakan untuk peternakan,” ungkapnya.

Terkait penyediaan pakan yang nantinya dibutuhkan, Bupati Luwu Utara mengatakan, saat ini lokasi Ranch peternakan telah dilakukan penanaman hijauan pakan (HPT) seluas 10 hektar dan tahun 2018 ditambah 40 ha. “Disekitar ranch telah kami tanam rumput gajah dan indigofera,” jelasnya. Bantolo

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*