2020, Produktivitas Kakao Ditargetkan 0,7 Ton per Hektar

Agrofarm.co.id-Pemerintah menargetkan produktivitas kakao nasional mencapai 0,7 ton per hektar (ha) pada tahun 2020. Sementara pada saat ini rata-rata baru sekitar 0,4 ton per ha.

Deputi II Bidang Pertanian dan Pangan, Kementerian Koordinator Perekonomian Musdalifah mengatakan, kapasitas produksi kakao pada tahun 2017 sangat turun sehingga perlu ditingkatkan kembali.

Menurutnya, penurunan produksi ini disebabkan oleh hama tanaman dan juga karena memang tanaman kakao RI sudah tua. Untuk itu, pemerintah meluncurkan buku panduan, yakni Kurikulum Nasional dan Modul Pelatihan Budi Daya Berkelanjutan dan Pasca Panen Kakao.

“Selama tanaman mereka (petani) masih berproduksi mereka tidak berpikir direplanting. Dia punya pohon, ada produksinya bisa menghasilkan dia merasa memang itu rejekinya sehingga effort membangun lebih baik atau perbaiki tanaman itu kalau tidak diberi contoh memang kurang. Makanya kan kita ada bikin launching buku karena memang untuk berikan informasi menyeluruh bahwa sebenernya kebun kakao mereka bisa lebih bagus kalau mengikuti seperti ada di buku,” ungkap Musdalifah di kantornya, Jumat (09/2/2018).

Menurutnya, dukungan kepada petani kakao harus dilakukan dengan memberikan informasi secara menyeluruh seperti langsung memberikan praktek juga bagaimana cara memangkas pohon hingga membersihkan gulma nya. Dengan dukungan ini pihaknya menargetkan produksi kakao bisa meningkat hingga 2 kali lipat.

“Kalau secara teknik kita punya target memproduksi sampai 2 kali lipat dalam waktu 5 tahun-10 tahun,” jelasnya.

Selain itu, katanya, dengan buku ini ditargetkan produksi kakao petani meningkat hingga 0,7 ton atau 700 kilogram (kg) per hektar.

“Sekarang produktivitas kakao sekitar 0,4 ton per ha, harapannya naik menjadi 0,7 ton per ha. Rencana sampai 2020 bisa gandakan produktivitas,” ujarnya. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*