Omong Kosong, Kedaulatan Pangan Tanpa Swasembada Peternakan

Sapi di Kampus Aksara Alexis Farm Bogor/bantolo

Agrofarm.co.id-Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjen TNI (Purn), Sidarto Danusubroto menegaskan, sektor peternakan merupakan bagian dari swasembada pangan.

“Saya kira kalau berbicara kedaulatan pangan tanpa swasembada peternakan itu omong kosong,” ujar Sidartodalam acara Peresmian Program Akademi Sapi Oentoek Rakjat (Aksara) di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu(07/2/2018).

Dia menjelaskan, Indonesia itu kaya sumber daya alam yang bisa untuk dimakan. Salah satunya serangga itu tinggi kadar proteinnya.

“Di Bangkok Thailand banyak dijual belalang goreng dan panggang. Sekarang ini eranya komsumsi daging yang menjadi bagian dalam generasi muda. Meskipun angka konsumsi daging di Indonesia masih rendah,” ungkap Sidarto.

Dia menyebutkan, saat ini rata-rata nasional sekitar 12 kilogram (kg)/kapita/tahun, padahal idealnya diatas 30 kilogram/kapita/tahun. “Generasi muda kita harus konsumsi daging 30 kg/tahun, namun sekarang baru mampu 12 kg/tahun,” jelasnya.

Dia berharap, adanya Aksara bisa bermanfaat bagi peternak dan berkotribusi mewujudkan swasemabada peternakan. “Selain itu, pembangunan sumber daya manusia di bidang peternakan semakin cerdas. Sebenarnya kita mampu membangun swasaembada peternakan,” harapnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, Sugiono mengatakan, selama ini usaha budidaya peternakan sapi hampir 98% dilakukan oleh rakyat.

Dengan skala kepemilikan sapi sebanyak 2 sampai 3 ekor yang dilakukan secara semi intensif. “Untuk itu, manajemen skala usaha perlu ditingkatkan agar kesejahteraan peternak meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, dalam hal pembibitan, Direktorat Jenderal PKH telah mengelola tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) memproduksi benih dan tujuh UPT menghasilkan bibit untuk disebarkan kepada peternak guna meningkatkan kualitas produksi daging sapi.

Sugiono menjelaskan, saat ini peningkatan produksi sapi diarahkan kepada standar mutu, dari kegiatan lapangan hingga sampai di meja konsumen.

“Secara umum peternakan dan kesehatan hewan merupakan salah satu komoditas pertanian yang terus dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Sugiono.

Dia menuturkan, perkembangan populasi sapi di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, namun belum dapat mengimbangi permintaan dalam negeri.

Berdasarkan data, produksi daging sapi tahun 2016 sekitar 524 ribu ton, meningkat 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menutupi kebutuhan tersebut, lanjutnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan importasi berupa sapi bakalan dan daging sapi secara nasional mencapai 32%.Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*