DPR Tolak Kebijakan Impor Garam

Garam untuk industri. (Ist)

Agrofarm.co.id-Komisi IV DPR RI menolak impor garam tanpa rekomendasi Menteri Kelautan dan Perikanan sebagaimana amanat Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

“Menteri Kordinator Bidang Perekonomian menyatakan akan mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton. Dengan alasan untuk menjaga stabilitas dunia industri yang memang membutuhkan bahan baku garam. Padahal menurut penjelasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, pihaknya hanya merekomendasikan untuk impor garam hanya sejumlah 2,2 juta ton, mengingat garam yang ada di petani garam kita cukup. Angka Ini tentu jauh berbeda,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena dikutip, Senin (22/1/2018).

Dia menambahkan, padahal amanat undang-undang menyatakan bahwa impor hanya bisa dilakukan jika mendapat rekomendasi dari kementerian teknis terkait. Dengan demikian, Menko Ekonomi tidak mengindahkan aturan hukum tersebut.

“Untuk itu, Komisi IV sepakat untuk menolak impor garam tersebut yang dilakukan Menko Perekonomian tanpa rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi IV DPR RI Fauzi Amro yang ikut menolak impor garam tanpa rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai kementerian teknis.

Lebih jauh Fauzi mengatakan bahwa impor garam tersebut disebabkan karena data yang tidak match atau tidak sinkron antara data KKP dengan data BPS (Badan Pusat Statistik) serta data di Kementerian Perindustrian. Ke depan ia berharap agar tidak ada lagi ketidaksesuaian data seperti itu.

Kedua, impor juga disebabkan karena tata kelola pergaraman yang tidak baik. Bahkan sempat beredar kabar bahwa kandungan garam dalam negeri kalah dengan garam impor. Kabar tersebut tentu tidak benar dan menjatuhkan pasar garam negeri sendiri.

“Oleh karena itu ia berharap adanya perbaikan tata kelola pergaraman. Mulai dari budidaya garam di petambak garam sampai pada tahap pasca panen,” jelasnya. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*