Kontribusi Tembakau terhadap Devisa Negara Capai Rp 150 T

Ketua Pansus RUU Pertembakau DPR RI Firman Soebagyo/ist

Agrofarm.co.id-Ketua Pansus RUU Pertembakau DPR RI Firman Soebagyo mengungkapkan, Rancangan Undang-Undang tentang Pertembakauan merupakan salah satu RUU yang penting dan strategis. Hal ini lantaran dalam RUU ini ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

“Jika dilihat dari aspek ekonomi, pertembakauan sudah bisa memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara baik dari hasil ekspor maupun dari hasil produksi rokok nasional kita, yang saat ini mencapai Rp 130 sampai Rp 150 trililun per tahunnya,” beber Firman dikutip Kamis (18/1/2018).

Artinya didalam postur APBN kita, lanjut politisi Partai Golkar ini, kontribusi terhadap penerimaan negara adalah dari tembakau. “Kalau ini akan kita matikan, maka pemerintah atau negara harus mampu mencarikan alternatif lainnya sebagai pengganti. Ini belum bisa terjawab. Oleh karena itu, ini harus menjadi pertimbangan utama pemerinta,” tegasnya.

Sebagai pertimbangan kedua yaitu aspek sosial, bahwa kesejahteraan masyarakat sekarang ini juga sudah bisa dirasakan terutama petani tembakau di seluruh wilayah Indonesia, seperti di Temanggung, kemudian di Jawa Tengah, Sumatera, dan NTT.

“Dimana banyak petani-petani tembakau yang hidupnya jauh lebih sejahtera daripada petani lainnya. Petani tembakau ini mampu membangun desa atau daerahnya dari hasil tembakau itu sendiri. Petani tembakau ini juga mampu mensekolahkan anaknya sampai ada yang menjadi insinyur, dokter, dan sebagainya,” terang anggota dewan dapil Jawa Tengah ini.

Kemudian dari aspek budaya, dijelaskan Firman, sejarah dari kretek nasional sejak Pabrik milik Pak Nitisemito dan kemudian pabrik rokok Nojorono di era sebelum penjajahan Belanda itu sudah menciptakan rokok kretek.

“Kretek itu unik, karena ada campuran dari bahan-bahan lainnya seperti cengkeh dan sebagainya yang menjadi keunikan. Dan kretek itu tidak ada di negara lain, kecuali di Indonesia,” ungkapnya. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*