Indonesia Beri Pelatihan Inseminasi Buatan kepada Palestina

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Kementerian Sekretariat Negara dan JICA memberikan pelatihan penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) kepada 10 peserta dari Palestina selama 15 hari di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang.

Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan pelatihan IB bagi 10 warga Palestina.

“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan di negara kami dan dapat berkontribusi untuk meningkatkan produksi ternak di negara kami,” kata Taher dalam keterangan resminya, Jumat (29/12/2017).

Mr. Wael W. M Halawa salah satu peserta pelatihan menyampaikan, selama mengikuti pelatihan telah memperoleh transfer knowledge dan teknologi terkait pelaksanaan IB pada ternak.

“Kami juga telah mengunjungi UPT Perbibitan Ditjen PKH, antara lain: Balai Embrio Transfer Cipelang dan BBPTU-HPT Baturraden,” ungkapnya.

“Kami kagum dengan kemajuan dunia peternakan di Indonesia, khususnya dalam penerapan teknologi dan penguatan kelembagaan, sehingga ini dapat diadopsi dan dikembangkan di negara kami,” tambahnya.

Wael juga mengatakan, dengan telah diberikan pelatihan bagi peserta dari negara Palestina untuk ketiga kalinya ini diharapkan dapat bermanfaat untuk negaranya. Dia berharap kedepan dapat mengikuti pelatihan terkait manajemen breeding, terutama di embrio transfer.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyampaikan, teknologi IB telah berkembang dengan baik di Indonesia dan penggunaannya tidak hanya terbatas untuk meningkatkan populasi ternak, tetapi juga sebagai alat untuk peningkatan mutu genetik ternak.

“Keberhasilan teknologi IB di Indonesia terbukti dengan tercapainya swasembada semen beku pada tahun 2012, kemudian di tahun 2013, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada Bull (pejantan unggul). Indonesia juga memiliki teknologi sexing semen beku yang dapat menentukan jenis kelamin kelahiran ternak sesuai dengan kebutuhan peternak,” tambahnya.

Ketut menjelaskan, sejak tahun 2007 Indonesia telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa negara seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste and Kyrgyzstan.

Dia menuturkan, dengan adanya berbagai keuntungan dari penggunaan teknologi IB, saat ini IB menjadi ujuk tombak untuk keberhasilan Upaya Khusus Sapi/Kerbau Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang merupakan fokus kegiatan Kementan pada 2017-2019.

“Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026,” jelasnya. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*