Beranda Pertanian Mentan Dorong Pemda, Perbankan dan Investor Kembangkan Peternakan Sapi

Mentan Dorong Pemda, Perbankan dan Investor Kembangkan Peternakan Sapi

BERBAGI

Agrofarm.co.id-Guna mewujudkan swasembada daging sapi Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Pemerintah Daerah, perbankan dan Investor mengembangkan peternakan sapi.

“Kami ingin mendorong peran aktif, serta sinergi antara Pemerintah Daerah dan Perbankan dengan Investor, dalam upaya akselerasi pengembangan peternakan sapi untuk mewujudkan swasembada daging sapi,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Auditorium Kementan, Rabu (14/12/2017).

Menurutnya, tahun 2045 diperkirakan akan terjadi krisis pangan dunia, untuk itu Indonesia telah merancang menjadi Lumbung Pangan Dunia dengan fokus pada komoditas pangan strategis yang meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula dan daging sapi.

“Tahapan kerja untuk masing-masing komoditas telah disusun dan akan dilaksanakan secara konsisten, untuk mencapai target telah ditetapkan strategi oleh pemerintah,” jelasnya.

Amran mengatakan, dalam upaya meningkatkan populasi ternak, khususnya untuk meningkatkan produksi daging nasional, Kementan telah menyelenggarakan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang merupakan kegiatan peningkatan produktivitas ternak sapi melalui Inseminasi Buatan.

“Berdasarkan laporan ISIKHNAS dapat kami sampaikan bahwa per tanggal 10 Desember 2017, realisasi IB sebanyak 3.720.791 ekor atau 93,02% dari target 4 juta ekor; dan bunting 1.653.103 ekor atau 55,10% dari target 3 juta ekor; serta telah lahir 709.697 ekor,” ungkap Amran.

Dia menuturkan, dari laporan ISIKHNAS dalam tiga tahun terakhir pemotongan rata-rata di atas 22 ribu ekor per tahun. Untuk itu, Kementan telah bekerjasama dengan Badan Pemelihara Keamanan (BAHARKAM) Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melakukan pengendalian.

“Hal tersebut tentunya masih memerlukan komitmen Bapak/Ibu Bupati untuk turut serta dalam upaya-upaya pencegahan dan pengawasan pemotongan betina produktif,” kata Amran.

Lebih lanjut disampaikan, strategi penting lainnya bagi upaya peningkatan produksi pertanian adalah investasi dan hilirisasi, sehingga dibutuhkan partisipasi swasta untuk membangun pertanian dalam bentuk investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, serta hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk pertanian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Amran mengungkapkan, usaha peternakan sapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan ternak lainnya antara lain jangka waktu usaha yang panjang dan pembiayaan yang lebih besar.

Dia mengatakan, peran swasta sebagai investor yang berperan sebagai avalis maupun off-taker sangat diperlukan dalam mengembangkan kemitraan dengan para peternak, mengingat sebagian besar peternak sapi adalah peternak kecil dengan skala usaha 2-3 ekor. Sehingga harus didorong untuk dapat menciptakan korporasi peternak yg berorientasi bisnis dalam pengembangan usahanya,” ujar Amran.

“Saya juga mengajak pihak perbankan dan asuransi, agar memberi perhatian khusus bagi sektor peternakan. Jangan dibandingkan dengan industri jasa atau perdagangan.

Pemerintah telah memberikan program bunga bersubsidi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Untuk itu, perbankan kita harapkan dapat meningkatkan penyaluran KUR untuk sektor pertanian, karena saat ini baru mencapai 19,3% atau Rp 35,2 triliun dari total penyaluran nasional sebesar Rp 182,6 triliun,” himbaunya.

Menurutnya, penyaluran KUR untuk sektor pertanian tersebut sebagian besar untuk usaha tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura, untuk peternakan masih relatif kecil.

Amran kembali menegaskan, pemerintah selama ini telah hadir melalui regulasi dan deregulasi, pembinaan dan pengawasan. Khusus dalam pengembangan peternakan sapi.

“Saya berharap Bupati/Walikota berperan dalam penyediaan infrastruktur, penyediaan lahan dan kemudahan perijinan usaha, mendorong pihak swasta sebagai investor untuk menanamkan investasi dalam pengembangan usaha peternakan sapi, serta mengoptimalkan peran pembinaan oleh satuan kerja pemerintah daerah dalam mendorong kemitraan antara swasta dengan peternak yang berkeadilan untuk kemajuan bersama,” jelasnya. Bantolo