Beranda Sawit BPDP-KS Targetkan Replanting Sawit 2,4 Juta Ha

BPDP-KS Targetkan Replanting Sawit 2,4 Juta Ha

BERBAGI
Program Peremajaan Sawit Rakyat Kembali Diresmikan Presiden Jokowi di Sumatera Utara/ist

Agrofarm.co.id-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menargetkan melakukan peremajaan kelapa sawit (replanting) rakyat di seluruh wilayah Indonesia seluas 2,4 juta hektare (ha).

Saat ini jumlah lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 11,26 Juta ha, dengan jumlah kebun milik petani hampir separuh dari jumlah tersebut, atau berkisar 4,5 Juta Ha.

“Dari jumlah tersebut, diperkirakan Kebun Rakyat yang harus diremajakan berkisar 2,4 Juta Ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” kata Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami dalam acara Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Senin (27/11/2017).

BPDP-KS sendiri menargetkan lahan yang akan di replanting tahun 2017 seluas 20.000 Ha (RBA) dengan Pekebun yang berhak menerima yaitu yang memenuhi kriteria teknis seperti ditetapkan sesuai SK Nomor 29/2017 Dirjenbun tentang Pedoman Umum Peremajaan, Pengembangan SDM dan Sarana Prasarana.

Dono Boestami menjelaskan bahwa untuk memastikan tata kelola yang baik, program ini dilakukan. Pertama, Verifikasi Persyaratan, yang dilakukan secara berjenjang mulai dari kelompok tani, dinas perkebunan kabupaten, provinsi, dan Ditjen Perkebunan untuk mendapatkan persetujuan.

Kedua, perjanjian Kerjasama 3 Pihak, antara Perjanjian antara BPDPKS, Bank dan Koperasi/Kelompok Tani. Ketiga, penyaluran Dana, berdasarkan tata kelola peremajaan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Keempat, monitoring dan Evaluasi dilakukan oleh Ditjen BUN Kementan, Disbun Propinsi/ Kabupaten/ Kota, BPDPKS, dan Bank Pelaksana. Kelima, pengembalian Kredit yang dilakukan dengan kondisi Grace Period 5 tahun dengan bunga 7% per tahun.

Kegiatan Petani Selama Proses Replanting

Salah satu hal penting dalam kegiatan peremajaan ini adalah bagaimana petani tetap dapat memperoleh penghasilan selama masa peremajaan karena kegiatan peremajaan mengharuskan petani kelapa sawit mengganti pohon sawit lama dan menanam kembali dengan pohon sawit yang baru dan membutuhkan waktu 3 tahun sampai pohon sawit yang baru dapat menghasilkan buah sawit.

Dono menjelaskan selama masa peremajaan selama 3 tahun, petani dirancang untuk tetap mendapatkan pendapatan dari berbagai alternatif sumber pendapatan selama masa tunggu tersebut.

“Potensi sumber pendapatan tersebut berasal dari sumber pendapatan yang diperoleh sebagai Pekerja dalam kegiatan Peremajaan sebesar lebih dari Rp 24 Juta selama 3 tahun dan sumber pendapatan yang diperoleh dari hasil tanaman tumpang sari (Jagung) selama 3 tahun sebesar Rp 48 juta,” tuturnya.

Selain itu, katanya, petani juga memiliki potensi pendapatan yang diperoleh darihasil olahan batang sawit yang lama sebesar Rp 39 Juta serta potensi sumber pendapatan dari kegiatan di luar aktivitas peremajaan karena petani peserta program peremajaan memiliki potensi untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat digunakan untuk menjalankan usaha seperti warung, peternakan atau penyadapan karet.

“Sehingga secara umum diperkirakan petani tetap dapat memperoleh pendapatan setiap bulannya sebesar lebih dari Rp 4 Juta selama masa tunggu sampai kebun sawit dapat menghasilkan,” jelasnya. Bantolo