Beranda Industri & Keuangan Kemendag Tingkatkan SDM Pemantauan Harga Pangan

Kemendag Tingkatkan SDM Pemantauan Harga Pangan

BERBAGI
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pantau harga pangan di pasar/ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen menambah kemampuan petugas pemantau harga barang kebutuhan pokok (bapok) yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Selain untuk memperluas area pantauan, petugas pemantauan juga dipersiapkan untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Tujuan Pelatihan Petugas Pemantau Harga Bapok adalah untuk meningkatkan kompetensi petugas pemantau di daerah, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan validitas data, termasuk pelaporan data harga bapok,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pada acara Pelatihan Petugas Pemantau Harga Bapok di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Mendag menyampaikan pemantauan harga merupakan hal penting yang mendasari pengambilan kebijakan perdagangan untuk menstabilkan harga dan pasokan, baik di tingkat pusat mau pun daerah.

“Petugas pemantau diharap dapat memenuhi aspek validitas, akurasi, kontinuitas harga, serta menyampaikan laporan melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) secara cepat dan langsung (real time),” imbuh Mendag.

Peserta pelatihan hari ini sebanyak 102 orang. Dari jumlah tersebut, 34 peserta adalah kontributor dari Dinas Perdagangan Provinsi yang pasarnya beririsan dengan pasar pantauan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, 68 peserta berasal dari pengelola pasar rakyat yang di pasar mereka terdapat papan harga digital daring.

SK2KP adalah sistem pemantauan harga bapok yang laporannya dapat diakses harian melalui daring. Hasil pantauan dapat diakses oleh instansi terkait mau pun publik melalui ews.kemendag.go.id.

Saat ini terdapat 165 pasar yang menjadi titik pantauan, tersebar di 48 kabupaten/kota di 34 provinsi. Tahun depan, jumlah titik pantauan akan diperluas menjadi 198 pasar. Penambahan titik ini akan menyesuaikan jumlah pasar pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dalam pengarahan tersebut, Mendag juga menekankan bahwa Pemerintah serius menghadapi para spekulan yang mengancam stabilitas harga dan pasokan Bapok. Untuk mewujudkan stabilitas itu, kata Mendag menambahkan, Kemendag akan bersinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan kementerian/lembaga terkait. Dian