Beranda Industri & Keuangan Di Malang, Mendag Pastikan Harga Pangan Stabil

Di Malang, Mendag Pastikan Harga Pangan Stabil

BERBAGI
Foto : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Ist)

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Oro-Oro Dowo, Malang, Jawa Timur terpantau relatif stabil, pasokan pun cukup. Penegasan ini disampaikan usai blusukan ke pasar tersebut.

“Kami terus memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) dan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Hasil pantauan menunjukkan harga relative stabil dan pasokan cukup,” ungkap Mendag Enggar dalam keterangan resminya, Sabtu (25/11/2017).

Mendag menyampaikan, harga relatif stabil dibandingkan minggu lalu. Tercatat harga beras premium Rp11.500/kg, gula Rp11.500/kg, minyak goreng kemasan Rp14.000/liter, terigu Rp8.500/kg, daging sapi Rp115.000/kg, daging ayam Rp32.000/kg, cabe rawit merah Rp20.000/kg, bawang merah Rp25.000/kg, bawang putih Rp24.000/kg.

“Khusus untuk bawang putih, harganya bahkan di bawah harga yang ditetapkan sebesar Rp25.000/kg. Apabila terjadi kenaikan harga, Pemerintah siap untuk menggelontorkan pasokan agar harga kembali turun,” imbuhnya.

Namun, lanjut Mendag, memang ada beberapa komoditas yang harganya mengalami kenaikan, yaitu telur ayam Rp22.000/kg, cabe merah keriting Rp40.000/kg, dan cabe merah besar Rp30.000/kg. Sementara itu, harga ayam dan telur ayam masih menjadi keprihatinan karena terlalu rendah.

“Pasokan ayam dan telur ayam terlalu banyak sehingga mengakibatkan penurunan harga. Kami mendorong para peternak ayam dan telur ayam skala besar untuk ekspor untuk agar pasokan di dalam negeri tidak berlebih,” kata Mendag.

Saat mengunjungi Pasar Oro-Oro Dowo, Mendag mengapresiasi pengelolaan pasar yang dinilai bersih dan rapi. “Pasar Oro-Oro Dowo sangat bagus dari segi fisik. Pasar ini juga bersih dan rapi. Pasar ini bahkan dilengkapi dengan Puskesmas dan ruang menyusui. Pasar yang terpelihara dengan baik akan mampu bersaing dengan ritel modern. Dengan kenyamanan seperti ini, saya yakin omzet pasar akan terus meningkat,” jelas Mendag.

Pasar Oro-Oro Dowo berdiri di atas lahan seluas 3.400 m2 dan menampung sebanyak 251 pedagangan dengan 71 kios dan 180 los. Pasar ini beroperasi setiap hari dan menjual aneka sayuran, barang kebutuhan pokok, buah-buahan, peralatan rumah tangga, dan kelontong.

Fasilitas yang terdapat di pasar ini, yaitu toilet, CCTV, pos jaga, tempat sampah, musala, tempat parkir, tabung pemadam kebakaran, ruang ibu menyusui, serta area penghijauan. Omzet yang dihasilkan pasar ini mencapai Rp 2,5 miliar per bulan.

Dalam kunjungan tersebut, Mendag kembali mengingatkan kepada para distributor dan produsen agar bapok harus sudah terdistribusi ke semua daerah pada 1 Desember 2017. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi cuaca yang kurang bersahabat serta terhambatnya sarana transportasi.

“Selain itu, konsumsi bapok di Malang pada akhir tahun juga tinggi dikarenakan Malang merupakan tujuan pariwisata,” imbuh Mendag.

Pemerintah Pusat akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Mendag juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena sangat aktif memberikan laporan perkembangan terkini untuk stok bapok. Dian