Beranda Sawit Hingga November, BPDP-KS Salurkan Biodiesel 1,79 Juta KL

Hingga November, BPDP-KS Salurkan Biodiesel 1,79 Juta KL

BERBAGI

Agrofarm.co.id-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) mencatat hingga November 2017 penyaluran biodiesel mencapai 1,79 juta Kilo Liter (KL) atau (71%) dari target sebesar 2,53 juta KL.

Direktur Penyaluran Dana BPDP KS Edi Wibowo mengatakan, total penyaluran biodiesel yang didukung oleh Dana Sawit Tahun 2016 sebesar 2,49 juta KL (98%) dari target penyaluran biodiesel sebesar 2,53 juta K dengan total dana tersalurkan sebesar Rp 8,18 triliun.

“Sedangkan realisasi hingga November 2017 ini mencapai 1,79 juta KL (71%) dari target sebesar 2,53 juta KL dengan total dana tersalurkan sebesar Rp.8,6 triliun. Jumlah tersebut relatif sama dengan rerata penyaluran tiap bulannya sekitar 208 ribu KL,” kata Edi dalam keterangan resminya, Jumat (24/11/2017).

Dia memperkirakan, akhir 2017 penggunaan dana sawit untuk mendukung program mandatory pemanfaatan biodiesel mencapai Rp 11 triliun termasuk yang di carry over pembayarannya dari penyaluran biodiesel tahun 2016.

“Jika disandingkan dengan penerimaan dari pungutan ekspor sawit dan produk turunannya, serta disparitas harga antara Solar dengan Biodiesel yang lebih baik (semakin menurun) dibandingkan tahun 2016, maka pendanaan insentif program biodiesel B20 untuk tahun 2017 diharapkan cukup sesuai dengan target yang dialokasikan,” terangnya.

Sementara itu, kesiapan industri biodiesel dalam mensuplai biodiesel untuk program B20 dan bahkan untuk mendukung pelaksanaan mandatori Biodiesel 30% (B30) yang ditargetkan akan dimulai pada tahun 2020, cukup siap dengan kapasitas terpasang produksi biodiesel Badan Usaha BBN jenis biodiesel saat ini yang mencapai sekitar 12,06 juta kilo liter.

Teken Pembiayaan dengan 20 Produsen Biodiesel

Sebelumnya BPDP-KS mengumumkan pelaksanaan penandatanganan perjanjian pembiayaan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk periode November 2017 April 2018 antara BPDP KS dengan Badan Usaha Produsen BBN jenis Biodiesel.

“Kami hari ini mengumumkan bahwa Perjanjian Pembiayaan Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel antara BPDP KS dengan Produsen Biodiesel telah ditandatangani,” jelas Dono Boestami, Direktur Utama BPDP KS.

Menurutnya, Perjanjian Pembiayaan ini merupakan bentuk konsistensi Pemerintah untuk mendukung pembangunan industri sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan diversifikasi energi.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kerjasama penyediaan BBN jenis Biodiesel antara BPDPKS dengan Badan Usaha BBN mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit berserta perubahannya pada Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel dalam rangka pembiayaan oleh BPDP-KS.

Total volume penyaluran biodiesel dari 20 Produsen tersebut sekitar 1,408 juta kL untuk disalurkan ke PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo. Besaran volume tersebut ditetapkan berdasarkan proyeksi kebutuhan solar nasional pada periode tersebut. Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor Jenis BBM Tertentu (JBT)/PSO dan pembangkit listrik PLN.

Edi menyampaikan bahwa Pelaksanaan kerjasama penyediaan Biodiesel melalui Dana Perkebunan Kelapa Sawit tidak terlepas dari dukungan penuh pihak terkait khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT. Pertamina (Persero), PT. AKR Corporindo Tbk.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada 20 Badan Usaha BBN jenis Biodiesel atas perannya dalam program pemanfaatan BBN Jenis Biodiesel melalui kerangka dukungan insentif pembiayaan dana sawit. Hal ini mendorong pembukaan pasar baru untuk minyak sawit yang akhirnya dapat meningkatkan dan menjaga kestabilan harga CPO, sesuai amanat dalam Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2015,” pungkas Edi. Bantolo