Beranda Liputan Khusus 2045, Produksi Sawit RI Diprediksi 60 Juta Ton

2045, Produksi Sawit RI Diprediksi 60 Juta Ton

112
BERBAGI
Produk minyak sawit mentah (crude palm oil). (Ist)

Agrofarm.co.id Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diperkirakan pada tahun 2045 mencapai 60 juta ton.

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan, produksi minyak sawit Indonesia saat ini sekitar 35 juta ton. “Maka proyeksi produksi minyak sawit tahun 2045 mencapai 60 juta ton,” ujar Bayu, Selasa (01/8/2017).

Dia menyebutkan, pada tahun 2016 konsumsi minyak nabati dunia itu sekitar 167,5 juta ton. “Sekitar 40% minyak nabati dunia dipenuhi dari minyak sawit, dan sawit merupakan minyak nabati dominan dunia,” tandasnya.

Bayu memperkirakan, tahun 2045 permintaan minyak nabati akan mencapai 275 juta ton. “Artinya ada pertambahan permintaan sekitar 105 juta ton,” ujar Bayu Mantan Wakil Menteri Perdagangan itu.

Dia menambahkan, apabila melihat komposisi minyak sawit sekitar 40%, maka ada tambahan permintaan minyak sawit sebesar 40-45 juta ton. “Peran Indonesia dalam 30 tahun mendatang akan semakin penting karena ada tambahan permintaan atas minyak sawit sebanyak 20 juta-25 juta ton,” terang Bayu.

Bayu menuturkan, tren pengembangan sawit ke depan melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) akan menjadi alternatif sekunder. Sementara fokus utamanya peningkatan produktivitas sawit. “Sehingga untuk meningkatkan produksi dan mmenuhi permintaan itu, maka usaha utamanya melalui peningkatan produktivitas,” ungkap Bayu.

Bayu mengatakan, sebagai gambaran produktivitas minyak sawit saat ini pada level penelitian sudah mencapai 7,8 ton/hektar (ha) hingga 8 ton/hektar. “Rata-rata perusahaan swasta sudah mencapai 4,5 ton/ha-5 ton/ha dan perkebunan rakyat sebesar 3 ton/ha-3,5 ton/ha,” tambahnya.

Untuk itu, lanjutnya, produktivitas sawit pada perkebunan rakyat diharapkan meningkat minimal sama dengan perusahan swasta. “Itu saja sudah ada kenaikan 1,5 ton/ha sampai 2 ton/ha. Aalagi kalau bisa mengejar potensi lembaga penelitian yang mencapai 8 ton/ha, maka produksi yang dihasilkan akan lebih besar lagi,” jelas Bayu. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here