Ekspor kayu manis/ist

Didukung Ditjen Perkebunan, Eksportir Millenial Ekspor 10 Ton Kayu Manis Ke Thailand

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi tersebut dan mendukung peningkatan daya saing pertanian termasuk sektor perkebunan di pasar global.

Dukungan kepada pelaku usaha ekspor terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Ditjen. Perkebunan salah satunya dengan menghadiri pelepasan ekspor Kayu Manis sebanyak 10 Ton untuk tujuan Ke negara Bangkok, Thailand oleh perusahaan ekspor PT Ince Jaya Mandiri didukung partner consultan dari PT Sahabat Mitra Strategis, Nurhaeda Burhan.

PT Ince Jaya Mandiri (PT IJM) yang masih berusia baru , dan dipimpin oleh entrepreuneur milenial, Ince Iksan Kaimuddin M.sc telah melakukan ekspor jenis rempah rempah Kayu Manis, Cengkeh, Pala, Kapulaga ke negara Thailand sebanyak 8 container di masa pandemi covid19 ini. Meskipun perusahaan baru dan masih usia muda Ince membuktikan bahwa dirinya mampu berjuang dengan memanfaatkan peluang akses pasar yang ada khususnya pasar kayu manis.

“Fasilitas dari Ditjen Perkebunan sangat membantu kami yang baru mulai ekspor ini untuk mengembangkan peluang akses pasar rempah Indonesia terutama dalam kegiatan promosi dan bagaimana hambatan perdagangan rempah terutama aspek mutu,” ungkap dia, Senin (22/3/2021).

Lebih lanjut Ince Iksan menambahkan bahwa 10 ton ekspor kayu manis dengan grade AAA ini berasal dari petani di Kab. Kerinci, Jambi dan Sebagian dari daerah Kalimantan.

Peluang pasar PT IJM ini didapatkan setelah mengikuti kegiatan promosi di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (Bitec), Thailand yang difasilitasi oleh DitJen Perkebunan Kementerian Pertanian yaitu 14th Thailand Coffee, Tea & Drinks 2020 & 14th Thailand Bakery & Ice Cream 2020 pada 27 February 2020 – 3 Maret 2020 tahun lalu.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi mengapresiasi terlaksananya kegiatan ekspor ini walaupun situasi global masih dalam masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Tentunya akses pasar masih ada, tinggal kita push lebih kuat lagi dalam mencari peluang-peluang tersebut. Saya juga mengapresiasi kalangan-kalangan muda, kalangan milenial yang sudah mau bekerja keras dalam mendukung akselerasi program Kementan dalam gerakan 3 kali lipat ekspor (Gratieks),” ujarnya saat memberikan sambutan dan arahan pada pelepasan ekspor kayu manis PT. Ince Jaya Mandiri sebesar 10 ton ke Bangkok, Thailand bertempat di gudang logistik Pengangsaan 2, Rorotan Tanjungj Priok.

Dedi juga mengungkapkan bahwa pihaknya dari Ditjen Perkebunan terus mendorong lahirnya pada generasi muda, anak-anak milenial untuk lebih memperhatikan sektor pertanian kita, utamanya di komoditas perkebunan, tentunya kami tidak tinggal diam, kami akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi seoptimal mungkin untuk duduk berdampingan dengan para eksportir muda ini.

Sedangkan, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono dalam keterangan terpisah mengemukakan rasa bangga terhadap apa yang dilakukan PT IJM dalam mendukung ekspor rempah Indonesia, dan berharap ekspor kali ini akan terus konsisten dilakukan kedepan, tentunya dengan memperhatikan standar-standar mutu yang berlaku di negara tujuan.

Data menyebutkan Ekspor Kayu Manis tahun 2020 year on year tahun 2019 meningkat 0,71% berdasarkan volume ekspor dan meningkat 13,1% berdasarkan nilai ekspor dan ini harus menjadi semangat para eksportir untuk dapat mengakselerasi peningkatan ekspor lagi kedepannya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Bantolo