PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya (FS) melalui kerja sama penyerapan gabah/ist

Dukung Ketersediaan Stok Beras, SHS Gandeng Food Station Serap Gabah

Agrofarm.co.id-Dalam rangka memastikan keterserapan gabah petani dan mendukung ketersediaan stok beras nasional, PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya (FS) melalui kerja sama penyerapan gabah.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama SHS Karyawan Gunarso dan Direktur Utama FS Pamrihadi Wiraryo serta disaksikan oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) Arief Prasetyo Adi selaku Ketua BUMN Klaster Pangan di Sukamandi, Subang. Kerja sama ini juga ditandai denga penanaman perdana di lahan sawah sinergi SHS dan FS seluas 1.000 Ha di Kawasan Pertanian SHS.

Karyawan mengatakan, penadatanganan kerja sama ini menandai keberlanjutan sinergi antara SHS dan FS yang telah terjalin sejak tahun 2020.

“Dilanjutkannya komitmen kerja sama ini menandai sinergi yang baik antara kedua belah pihak. Hal ini menunjukan bahwa gabah SHS memiliki mutu dan kualitas yang baik sehingga dipercaya untuk menjadi bahan baku beras yang didistribusikan FS ke berbagai outlet di Indonesia, dari mulai pasar tradisional hingga pasar modern,” ungkap dia, Kamis (25/2/2021).

Karyawan mengatakan, melalui kerja sama ini, FS akan menyerap gabah dari lahan pertanian seluas 1.000 ha yang dikelola SHS, dengan target panen sebesar 6 ton/hektar.

Adapun total potensi gabah kering panen (GKP) yang dapat dihasilkan sekitar 6 ribu ton dan total potensi produksi beras sekitar 3 ribu ton. Ia menambahkan, varietas padi yang dikembangkan di lahan tersebut diantaranya Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, dan Sintanur.

Sementara itu, Arief mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan gabah yang diproduksi SHS. Dengan keberadaan FS sebagai standby buyer, gabah yang diproduksi dari lahan pertanian SHS dapat langsung terserap sehingga beras bisa segera didistribusikan untuk mengisi ketersediaan stok dipasaran.

“RNI sangat mendukung kerja sama antara SHS dengan FS, mengingat kedua perusahaan memiliki aktivitas bisnis yang saling melengkapi, SHS sebagai perusahaan perbenihan yang memiliki produk pertanian berupa gabah dan FS perusahaan yang kuat di sektor hilir dengan berbagai produk pangan unggulannya,” ujarnya.

Sementara itu, Pamrihadi mengatakan, dilanjutkannya kerja sama dengan SHS tidak terlepas dari upaya FS untuk mengamankan rantai pasok beras dari hulu hingga hilir, sehingga ketersediaan beras khususnya di wilayah DKI Jakarta lebih terjamin dan terhindar dari gejolak harga.

Ia berharap, kolaborasi ini berdampak signifikan pada peningkatan market share FS terhadap pasar beras di DKI Jakarta. Market beras di DKI Jakarta saat ini kurang lebih sebesar 10 juta ton per tahun atau 86 ribu ton per bulan. Bantolo