Pembagian bibit pohon hutan/ist

Wilmar Tanam 60.000 Bibit Pohon Hutan di Area HCV Kalteng

Agrofarm.co.id-Wilmar merestorasi kawasan bernilai konservasi tinggi (high conservation value/ HCV) yang berlokasi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejak 2010 hingga saat ini, perusahaan agribinis itu telah menanam lebih dari 60.000 bibit pohon hutan di area HCV tersebut. Program itu bertujuan memperkaya jenis tumbuhan di area konservasi.

HCV Officer Wilmar Kalimantan Tengah Forendadi mengatakan, program restorasi di area HCV akan terus dikembangkan. Diantaranya dengan menambah tanaman lokal melalui penilaian karakter masing-masing jenis bibit yang ditanam, sehingga mampu memenuhi jenis pohon yang tepat di setiap lokasi.

Data yang diperoleh dari penilaian akan dimanfaatkan sebagai panduan lapangan aktifitas penanaman restorasi, sehingga angka kematian bibit akibat tidak mampu beradaptasi di lapangan dapat dikurangi.

“Pemilihan jenis bibit yang tepat di area tertentu sangat mempengaruhi persentase pertumbuhan dan tingkat keberhasilan revegetasi di area tersebut,” kata Forendadi dalam keterangan resminya, Senin (15/2/2021).

Restorasi tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya dapat ditemui di beberapa area sempadan sungai yang mulai membentuk tutupan hutan kembali dan menjadi koridor lintasan satwa. Berdasarkan laporan monitoring, ada tiga kali perjumpaan dengan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan sekali perjumpaan dengan Kelasi (Presbytis rubicunda) di daerah restorasi.

Dia menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa tahapan kegiatan restorasi, yaitu survei awal, pemetaan kawasan prioritas restorasi, dan pemilihan jenis bibit pohon. Tahapan berikutnya adalah membangun pembibitan khusus tanaman restorasi, menanam pohon, memantau, dan memelihara tanaman, serta penyulaman bibit jika terdapat bibit yang mati.

Pemilihan jenis dilakukan dengan memprioritaskan tumbuhan lokal dari hutan atau area sekitar konsesi. Hingga akhir tahun lalu, tim HCV Wilmar telah mengumpulkan lebih dari 50 jenis pohon hutan. Diantaranya, jenis yang terancam punah dari keluarga Dipterocarpaceae seperti Meranti (Shorea leprosula) dan Belangeran (Shorea belangeran).

Pihaknya juga banyak membibitkan tanaman buah hutan yang menjadi sumber pakan primata, seperti Kenyem (Lepisanthes alata), Asam Putar (Mangifera torquenda), Punak (Tetrameristra glabra), hingga jenis jambu-jambuan dari keluarga Myrtaceae.

Selain pohon hutan, Wilmar juga mengkoleksi tumbuhan berkhasiat obat yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 25 jenis tumbuhan berkhasiat obat, yang sebagian diantaranya merupakan tumbuhan obat asli Kalimantan.

Tanaman tersebut telah digunakan masyarakat Dayak tradisional secara turun temurun, seperti Bawang Dayak (Eleutherina bulbosa), Gelinggang (Cassia alata), Akar Bajakah (Spatholobus littorais), dan Pasak Bumi (Eurycoma longifolia).

“Ini penting untuk mempertahankan keragaman jenis tumbuhan lokal dan asli Kalimantan, mengingat keragaman hayati di Indonesia semakin terancam oleh aktifitas manusia,” ujar Forendadi.

Wilmar International Plantation merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki komitmen menjaga dan mengelola kawasan HCV di wilayah operasionalnya.

Saat ini, perusahaan mengelola sekitar 25 ribu hektare (ha) area HCV yang berada di wilayah operasionalnya, dan sekitar 14 ribu ha diantaranya berada di Kalteng. Bantolo