Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Eddy Abdurrahman/ist

Hingga Oktober, BPDP-KS Salurkan Dana PSR Sebesar Rp 1,86 Triliun

Agrofarm.co.id-Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Eddy Abdurrachman menyatakan pada tahun 2021 pihaknya telah mengalokasikan 5% dari pendapatan pungutan ekspor sawit yang dikelolanya untuk membantu pembiayaan proses sertifikasi ISPO petani sawit.

“Dana PSR terus meningkat, sampai akhir bulan Oktober 2020 tercatat Rp 1,86 triliun. Peremajaan sawit rakyat (PSR) didukung dengan adanya pendampingan ke petani, penerapan sistem IT, pelibatan para surveyor, koordinasi dengan pemerintah daerah serta kemitraan dengan lembaga keuangan dan perbankan,” jelas Eddy pada acara IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2020 New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Eddy menambahkan, peningkatan produktifitas yang diharapkan tercapai dari program PSR memiliki peranan penting seiring dengan kebutuhan pasokan dalam negeri untuk absorsi program mandatori biodiesel.

Dia mengungkapkan, pengembangan industri kelapa sawit domestik mengarah pada tiga tujuan yaitu berdampak langsung (peremajaan kebun petani, peningkatan fasilitas dan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia), pengembangan industri (efisiensi biaya sawit rakyat dan menuju harga optimum untuk FFB), serta dampak tidak langsung (program mandatori biodiesel, penelitian dan pengembangan, serta promosi dan kemitraan).

Eddy berharap idirikannya BPDP-KS dapat mengatasi berbagai masalah dari hulu ke hilir (mulai dari produktivitas, teknik budidaya, penjualan tandan buah segar (TBS), kekurangan infrastruktur, biaya produksi tinggi, diversifikasi dari CPO bahkan kampanye negatf. Bantolo