Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto membuka sekaligus memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Barang Kebutuhan Pokok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021/ist

Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag Waspadai Kenaikan Harga Tiga Komoditas Pangan

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan (Mendag)Agus Suparmanto menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah guna menghadapi potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Hal ini disampaikan Mendag dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barang Kebutuhan Pokok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Sofitel Bali Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

“Dalam beberapa waktu ke depan, secara historis akan ada potensi kenaikan permintaan bapok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Namun, kondisi rendahnya harga di tingkat petani selama masa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan penurunan pasokan karena berkurangnya insentif untuk berproduksi,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (27/11/2020).

Selainitu, kondisi musim hujan pada akhir tahun juga bisa mengganggu kelancaran distribusi dan pasokan. “Sehingga, pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan antisipasi kecukupan pasokan bapok di daerahnya masing-masing sejak dini,” ujarAgus.

Dia mengatakan, potensi kenaikan permintaan diharapkan dapat membantu memulihkan perekonomian masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang merasakan dampak negatif atas perlambatan ekonomi nasional.

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi pemenuhan kecukupan stok dan pasokan bapok di daerah-daerah.

“Antisipasi harus dilakukan jauh-jauh hari, khususnya saat permintaan masyarakat berangsurangsur pulih agar masyarakat tidak terbebani gejolak harga dan kelangkaan bapok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021,” kata Mendag.

Agus mengungkapkan, pemerintah daerah memiliki informasi ketersediaan bapok yang lebih detail. “Kami berharap Bapak/Ibu Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan dapat menjalin komunikasi dan koordinasi lebih intensif dengan pelaku usaha distribusi di wilayahnya, melakukan pendataan jalur distribusi komoditas bapok, dan melakukan langkah intervensi lebih cepat bekerja sama dengan Satgas Pangan dan Bulog,” tegas Mendag.

Agud mengungkapkan beberapa isu terkait komoditas bapok yang perlu menjadi perhatian pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Pertama, harga beras selama pandemi Covid-19 relatif stabil karena didukung pasokan yang cukup dan pelaksanaan program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) beras medium oleh Bulog.

Namun, resiko kenaikan harga beras perlu diwaspadai mengingat stok beras Bulog lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kebutuhan penyaluran bantuan sosial KSPH masih tinggi.

Kedua, komoditas cabai merah dan bawang merah cenderung naik karena tren rendahnya pasokan pada akhir tahun dan mulai masuknya musim penghujan.

Ketiga, harga minyak goreng cenderung naik akibat naiknya harga crude palm oil (CPO). Namun, diperkirakan dalam beberapa waktu ke depan harga akan kembali pulih. Sementara itu, harga gula pasir dan daging sapi relative stabil.

Mendag menyampaikan pesan-pesan untuk para pimpinan daerah dalam menghadapi Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, yaitu memantau perkembangan harga dan pasokan bapok secara intensif, memetakan jalur atau rantai distribusi bapok, mengidentifikasi masalah jika terjadi gejolak harga, mengidentifikasi keberadaan pelaku usaha distribusi bapok di wilayahnya masing-masing, berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mencegah aksi spekulasi, mengidentifikasi jumlah stok bapok dan ketahanan pangan, dan mengawal kelancaran distribusi beras mediumBulog dalam program KPSH di pasar rakyat.

Agus memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas komitmen dan kerja kerasnya dalam menjaga kelancaran distribusi. “Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak/Ibu sekalian dalam menjaga kelancaran distribusi dan kecukupan ketersediaan bapok di wilayahnya masingmasing, khususnya di masa pandemi Covid-19. Langkah dan upaya yang kita lakukan telah turut membantu terjaganya stabilitas harga bapok sepanjang tahun 2020,” tutur dia.

Lebih lanjut Mendag mengatakan, stabilitas harga bapok sepanjang tahun 2020 diindikasikan dari tingkat inflasi tahun kalender untuk kelompok komponen pangan bergejolak (volatile food) sebesar 0,12 persen. Relaltif rendahnya tingkat inflasi tersebut dipengaruhi masih lemahnya permintaan masyarakat di tengah terjaganya pasokan dan distribusi pangan. Dian