Petani kopi panen/ist

Pelaku Perkebunan Raih Gamal Award 2020

Agrofarm.co.id-Dalam rangka Hari Pangan Sedunia Gamal Institute memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh perkebunan yang menginspirasi. Adapun tema yang diangkat pada seleksi tahun ini adalah entrepreneur muda, kemitraan dan clusterisasi. Seleksi terhadap kandidat dilaksanakan sejak Maret 2020 dengan menjaring nama-nama yang disering disebutkan di komunitas perkebunan. Lalu kadidat terjaring dievaluasi oleh para pakar perkebunan berkompeten.

Hasilnya dari kajian tersebut Lembaga yang didirikan oleh Ir. Gamal Nasir, MS tersebut memberikan penghargaan kepada tokoh yang aksinya berkontribusi pada penumbuhan usaha perkebunan, cluster perkebunan dan melahirkan entrepreneur muda.

Adapun pelaku perkebunan inspiratif tersebut yakni, Bonardo, salah satu pengusaha muda yang sukses menumbuhkan usaha penangkar kelapa sawit yang menyediakan bibit mencapai 950 ribu batang di dua provinsi yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan sepanjang tahun 2020 ini. Sekaligus sebagai penyedia bibit terbesar se Indonesia.

Pencapaian Bonardo menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terjun ke bisnis penangkar khususnya untuk mendukung penyediaan bibit kelapa sawit bagi petani dalam kaitan mendukung program peremajaan kelapa sawit rakyat.

Lalu, Supriatnadinuri, sebagai pelopor dari pengembangan kampung kopi Malabar di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Ketua Kelompok Tani Rahayu menjadi sosok inspirator karena sukses mengembangkan cluster kopi dimana kebun sumber benih, perkebunan kopi, pengolahan, caf, agrowisata dan pusat edukasi dengan omzet bisa mencapai hingga milyaran rupiah setiap bulannya. Model yang dikembangkan oleh Supriatnadinuri bersama petani anggota kelompoknya menjadi contoh yang layak dikembangkan petani pekebun di daerah lain yang menciptakan nilai tambah dan uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi.

Kemudian, Efli Ramli, sebagai tokoh kemitraan yang cukup energik untuk kelapa. Bagaimana tidak, salah satu eksportir cocofiber dan cocopeat terbesar di Indonesia melalui perusahaannya PT Mahligai Indococoa Fiber yang berlokasi di Lampung sukses menumbuhkan industri-industri pengolahan di pedesaan, Ketua Umum AISKI (Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia) ini berperan dalam memfasilitasi penyedia mesin memanfaatkan dana KUR dimana perusahaannya berperan sebagai avalis, memberikan pelatihan dan menjamin pembelian. Melalui kemitraan ini berdampak tumbuhnya usaha UMKM dan petani kelapa menikmati nilai tambah di sejumlah provinsi yakni Aceh, Padang, Lampung dan Jawa Barat.

Setelah itu,Irwan Ibrahim, sebagai petani kakao yang sukses mengembangkan caf cokelat dan memproduksi cokelat enak menggunakan biji kakao dari petani. Hal yang menarik usaha yang identik dengan gaya hidup itu ia kembangkan bersama rekan petani satu kelompok taninya berada di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Pidie Jaya.

Caf chocolate ini masih eksis dan merubah keyakinan banyak orang bahwa petani mustahil membuat cokelat enak dan mengembangkan caf di daerah pinggiran . Upaya yang dilakukan penyuluh petani swadaya ini bisa menjadi model pemberdayaan petani khususnya kakao, dimana petani tidak saja menghasilkan bahan mentah namun juga bisa menghasilkan produk turunan yang bernilai tambah.

Terakhir, Adelinge, sebagai sosok yang aktif dalam pembinaan anak-anak muda menjadi entrepreneur muda di bidang kopi. Ia mendorong tumbuhnya caf yang dikelola oleh anak muda. Ia membina setidaknya 100 anak muda melalui pendekatan kelompok di Kota Bengkulu, Pengadaran, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur.

Setidaknya ada 2 caf yang tumbuh melalui kelompok binaannya dengan pelaku anak SMA dan mahasiswa. Kehadiran caf ini yang dikelola milenial selain bisa berkontribus pada penyerapan hasil kebun kopi petani memberikan inspirasi bagi kaum muda bahwa bisnis perkebunan itu layak dijadikan profesi untuk meraih sukses. Bantolo