Bosch Nexeed Industrial Application System

Dukung Proses Produksi yang Transparan dan Efisien di Tengah Pandemi, Bosch Perkenalkan Nexeed Industrial Application System

Agrofarm.co.id-Pandemi COVID-19 turut memengaruhi aktivitas industri manufaktur, termasuk di sektor otomotif. Para pelaku usaha mau tidak mau harus melakukan beberapa penyesuaian, termasuk mengurangi tenaga operasional di lokasipabrik, yang berpotensi mengganggu kuantitas dan kualitas produksi kendaraan maupun komponennya. Oleh karenanya, diperlukan sebuah sistem terkoneksi untuk dapat memaksimalkan kinerja di seluruh rantai produksi. Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, melalui divisi Connected Industrymemperkenalkan solusi Nexeed Industrial Application System – gabungan perangkat lunak dan layanan berbasis teknologi Industri 4.0yang mampu merekam, memproses dan memvisualisasikan data dari rantai produksi, sehingga keseluruhan proses berlangsung transparan serta efisien.

Sektor otomotif merupakan salah satu dari lima fokus utama pemerintah dalam merevitalisasi manufaktur Indonesia melalui inisiatif Making Indonesia 4.0. Adaptasi dengan ekosistem Industri 4.0 di tengah pandemi Covid-19 menjadi kebutuhan yang kian mendesak bagi pelaku usaha manufaktur otomotif agar mampu meneruskan produksi dan menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

Pembatasan tenaga operasional di lokasi usaha atau pabrik dapat berpotensimengganggu jalannya rantai produksi kendaraan atau komponennya. Nexeed Industrial Application System dari Bosch memungkinkan pemantauan lini-lini produksi di sebuah pabrik otomotif tidak perlu lagi dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi bisa dari jarak jauh. Tentunya hal ini mendukung perusahaan dalam menjalankan protokol kesehatan demi keselamatan para pekerjanya selama pandemi Covid-19 – dengan tetap menjaga kuantitas dan kualitas produksi, papar Dhuha Abdul, Business Development Manager Connected Solutions, Bosch di Indonesia, Kamis (22/10/2020)

Nexeed Industrial Application System

Nexeed Industrial Application System menyediakan data secara kompatibel dan terstandarisasi, serta menyajikan informasi terkait proses produksi (dan kondisi pabrik) dengan cepat. Manajer dan para pekerjanya dapat melihat status produksi, bahkan sudah bisa mengetahui tugas-tugas apa saja yang perlu segera atau akan dikerjakan berikutnya.

Diperkuat fiturpredictive maintenance, down time dapat dikurangi sehingga ketersediaan mesin pabrik meningkat hingga 15%. Sistem ini juga mengurangi produk gagal/cacat sehingga meningkatkan hasil produksi 5% sampai 10%. Kemampuan sistem yang bisa diakses dari mana saja oleh siapa pun – yang telah ditentukan, membuat proses rantai produksi transparan sehingga para manajer, engineer maupun operator dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat.** Baca Juga:Resmikan Pabrik Gula di Bombana, Presiden Jokowi : Kita Ingin Mengurangi Impor

Nexeed Industrial Application System mudah dipelajari dan dioperasikan oleh pekerja, tanpa perlu memiliki latar keterampilan teknologi informasi (IT) secara khusus. Berkat arsitektur software modern, antarmuka yang terdokumentasi, dan open standard, sistem ini memiliki fleksibilitas dan keamanan yang dapat diandalkan.

Nexeed Industrial Application System menjadi pilar penting pengimplementasian connected factory (pabrik yang terhubung) untuk mentransformasikan pabrik-pabrik manufaktur di Indonesia menuju factory of the future(pabrik masa depan). Saat ini, Nexeed Industrial Application System sudah terimplementasikan di lebih dari 100 pabrik di seluruh dunia dari berbagai sektor industri. Sementara, pada sektor manufaktur otomotif, sistem ini sudah diaplikasikan di sejumlah pabrik yang berlokasi di Eropa dan Asia.

Tentang Bosch Connected Industry

Bosch Connected Industry menawarkan perangkat lunak dan layanan untuk Industri 4.0 dalam portofolio komprehensif yang dikenal dengan NEXEED. Berdasarkan kebutuhan pabrik dan gudang Bosch sendiri, NEXEED mengoptimalkan proses manufaktur dan logistik yang transparan, cerdas, hemat, berkualitas, dan efisien serta mendukung karyawan dalam tugas sehari-hari. Melalui NEXEED, Bosch Connected Industry menghadirkan digitalisasi pada seluruh rantai pekerjaan. Karyawan di lokasi pengaplikasian di Jerman, Hongaria, dan Cina terus mengembangkan portofolio. Selain Nexeed Industrial Application System yang dapat diimplementasikan pada pabrik manufaktur terhubung, pelanggan juga bisa mendapatkan bantuan untuk aplikasi tertentu, solusi retrofit untuk pabrik yang sudah ada, serta berbagai layanan seperti konsultasi, dukungan teknis, kualifikasi karyawan, dan bantuan implementasi. Informasi lebih lanjut: www.bosch-connected- industry.com, twitter.com/BoschBCI, linkedin.com/company/bosch-connected-industry.

Bosch telah hadir di Indonesia sejak 1919. Pada Mei 2008, Grup Bosch mendirikan anak usahanya, PT Robert Bosch, di Jakarta dengan lokasi kantor cabang di Surabaya, Medan, Balikpapan, Semarang dan Bali. Pada 2018, Bosch mencatatkan penjualan terkonsolidasi sebesar 1,6 triliun rupiah (96 juta euro). Di Indonesia, perusahaan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan. Bosch di Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, teknologi bangunan, serta solusi pemanasan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.bosch.co.id, www.mendukung.bosch.co.id dan https://www.facebook.com/BoschID. dian