Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia, Setiono/ist

Aspekpir Doong Pola Kemitraan PIR Jadi Percontohan Nasional

Agrofarm.co.id-Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia, Setiono mendorong pola kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dijadikan percontohan nasional. Pola ini terbukti meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Manfaat program PIR sejak 1978 memang sangat bagus sekali. Bahwa sebelumnya kita tidak mempunyai apa-apa dengan mengikuti program PIR ini nasib kami menjadi lebih baik,” kata dia dalam acara webinar, Rabu (14/10/2020).

Setiono menambahkan , perkebunan sawit sebelumnya dimilki oleh perusahaan. Namun adanya program pemerintah PIR Trans, PIR BUN, KPPA dan Revitalisasi Perkebunan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, ungkap dia.

Menurut dia, kesuksesan PIR ini tidak diragukan lagi. “Memang ada beberapa yang tidak sukses, namun tidak bisa pola ini dianggap gagal,” ujar Setiono.

Aspekpir mendorong pola kemitraan dalam program PIR menjadi contoh nasional. Meskipun luas perkebunan dengan skema PIR kecil tidak mencapai 1 juta hektare (ha), akan tetapi Program ini tidak mempunyai banyak masalah.

“Untuk itu, Aspekpir bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bekerjasama membangun kembali generasi kedua pola PIR yang lebih modern dan setara antara petani dengan perusahaan,” jelas Setiono.

Salah satunya dalam menjalankan program Peremajaan Sawit Rakayat (PSR) bermitra dengan PTPN. Semua permsalahan yang dihadapi petani bisa dicarikan solusinya bersama perusahaan. “Dibutuhkan perbaikan pola kemitraan antara petani dengan perusahaan sawit yang lebih baik,” kata dia.

Setiono menjelasakan, permasalahan yang dihadapi petani sawit swadaya, salah bibit atau kesalahan teknik budidaya tidak akan terjadi lagi ke depannya. Adanya pola kemitraan yang baik, harga sawit bisa terjaga karena diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian.

“Pola PIR merupakan program saling menguntungkan, saling terkait dan saling ketergantungan. Apabla semua pihak saling mendukung, maka pola kemitraan ini tidak ada tandingannya,” kata dia.

Adapun, luas kebun plasma di Indonesia sebesar 617.127 ha yang terdiri dari PIR-Trans 362.528 ha; KKPA (Kredit Koperasi Primer untuk Anggota) 155.211 ha; PIR NES, PIR SUS, dan PIR LOK 153.388 ha yang tersebar di 20 provinsi dengan jumlah anggota 335.500 KK. Bantolo