Madu Sumbawa Barat/ist

Ekspor Madu Sumbawa ke Malaysia dan Singapura Terus Meningkat

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Sumbawa Besar mencatat ditahun 2020 selain jagung, Sumbawa Besar mulai mengekspor madu secara langsung ke Malaysia dan Singapura. Pada triwulan kedua tahun 2020 sudah ada 3 kali sertifikasi pemeriksaan karantina untuk ekspor madu dengan total 370 kilogram atau senilai dengan Rp. 111 juta.

“Siapa yang tidak kenal madu asal Sumbawa, ini adalah primadona madu asli Indonesia jadi wajar jika negara tetangga juga menyukainya. Dan sekarang pemerintah daerah Sumbawa Besar dapat ikut memetik manisnya hasil pendapatan daerah dari ekspor madu secara langsung dari sini,” ungkap Ida Bagus Putu Raka Ariana, Kepala Karantina Pertanian Sumbawa Besar melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Menurut Raka, sebelum Karantina Pertanian Sumbawa Besar melakukan sosialisasi Gratieks kepada para petani dan peternak maupun para pengusaha yang bergerak di sektor pertanian, madu asal Kab. Sumbawa hanya dilalulintaskan ke daerah propinsi lain baru kemudian diekspor.

“Jelas ini merugikan pemda setempat dan pelaku usaha nya juga tentunya. Oleh karenanya kami mengajak seluruh stakeholder di Sumbawa Besar untuk saling bersinergi mengembangkan potensi ekspor komoditas pertanian di Sumbawa Besar,” lanjut Raka.

Kami sangat bersyukur dapat informasi dan pendampingan program Gratieks dari Karantina Pertanian Sumbawa Besar untuk mengurus proses prosedur ekspsor madu secara langsung dari Sumbawa Besar, ujar Yamin, ketua komunitas Madu Lestari, eksportir madu asal Kab. Sumbawa.

Yamin menuturkan sebelumnya dia harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya pengiriman dan memakan waktu yang lebih lama karena dia harus ke Bali ataupun Lombok terlebihdahulu jika ingin mengekspor madunya.

“Sekarang kami bisa mendapatkan untung yang lebih besar karena bisa melakukan ekspor langsung dari Sumbawa Besar. Biaya operasional menjai sangat minim dan waktu serta tenaga kami menjadi jauh lebih efisien. Kami sangat berterima kasih Kepada Karantina Pertanian Sumbawa Besar yang telah sangat membantu kami,” tambahnya.

Potensi Ekspor Sumbawa Besar

Secara terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian, ali Jamil menuturkan bahwa diawal tahun 2020 Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL red) telah mendeklarasikan Gerakan Peningkatan Ekspor Tiga Kali Lipat (Gratieks) dalam kurun waktu 4 tahun (2020 2024) sebagai salah satu program Strategis Kementan.

Sejak saat itulah seluruh unit kerja di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan program tersebut. Termasuk Karantina Pertanian Sumbawa Besar.Sejak awal tahun secara gencar melakukan sosialisasi program Gratieks kepada para petani dan pengusaha komoditas pertanian di Sumbawa Besar.

“Dari data sistem IQFAST Karantina Pertanian Sumbawa Besar, kami mencatat masih ada tiga komoditas potensial ekspor dari Sumbawa Besar, namun selama ini masih tercatat sebagai komoditas lalulintas antar area saja, padahal sebenarnya ini adalah bahan baku yang sudah siap ekspor,” jelas Raka.

Tiga komoditas postensi ekspor yang dimaksud Raka adalah bawang merah asal Kab. Sumbawa yang akan di ekspor ke Singapura dan Thailand melalui Tanjung Priok. Kemudian ada Sisal, komoditas perkebunan Kab. Sumbawa yang akan di ekspor ke China melalui Surabaya. Dan yang terakhir ada sarang burung walet yang akan dikirim ke China, Singapura dan Amerika.

“Saat ini di Sumbawa Besar sudah ada 2 perusahaan dengan 18 rumah walet yang telah teregistrasi oleh kami, namun sayang belum ada rumah produksi di Sumbawa Besar sehingga SBW ini harus dikirim ke Surabaya ataupun Semarang sebelum di ekspor,” ujarnya.

Begitu juga dengan bawang merah dan Sisal, lanjut Raka, yang menjadi kendala adalah Sumbawa Besar belum memiliki kontainer yang berpendingin dan kontainer yang berukuran 40 feet sehingga komoditas ini tidak bisa diberangkatkan ekspor secara langsung dari Sumbawa Besar.

“Melalui program Gratieks ini kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan seluruh stakeholder yang dapat bersinergi seperti beacukai, PT. Pelindo, PT. Angkasa Pura dan yang lainnya agar bisa meningkatkan hingga tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian asal Sumbawa Besar. Tentu tidak lain ini untuk memberikan kesejahteraan bagi para petani dan peternak pertanian di Sumbawa Besar,” kata Raka. Bantolo