Ekspor kelapa sawit/ist

Kuartal II 2020, Laba Dharma Satya Nusantara Naik 163 Persen

Agrofarm.co.id-PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan membukukan laba kuartal II 2020 sebesar Rp 180 miliar naik 163 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang didorong oleh naiknya penjualan produk kelapa sawit dan meningkatnya harga jual CPO perseroan.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Perseroan mencatat nilai penjualan sebesar Rp 3,15 triliun, naik 22 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, penjualan kelapa sawit mencapai Rp 2,66 triliun atau memberikan kontribusi sekitar 84 persen.

Penjualan segmen usaha kelapa sawit tersebut mengalami kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang didorong oleh kenaikan harga rata-rata CPO Perseroan sebesar 23 persen menjadi Rp 7,8 juta per ton dibandingkan semester I tahun lalu sebesar Rp 6,4 juta per ton.

Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo, mengatakan harga CPO mulai mengalami trend peningkatan pada tahun ini setelah sepanjang tahun lalu sempat melemah akibat melimpahnya stok minyak sawit di Indonesia maupun Malaysia.

“Sepanjang tahun ini harga CPO mulai bergerak naik, meskipun trend harga CPO pada kuartal kedua 2020 lebih rendah dibandingkan pada kuartal pertama akibat turunnya permintaan sebagai dampak pandemi COVID-19 di beberapa negara. Kami optimistis trend kenaikan harga CPO tersebut akan terus berlanjut sampai akhir tahun seiring dengan kembalinya aktivitas ekonomi di beberapa negara setelah sebelumnya lock down,” kata Andrianto Oetomo dalam keterangan resminya, Senin (03/8/2020).

Selain itu, program pemerintah yang konsisten dalam pengembangan proyek mandatory biodiesel, termasuk keberhasilan Pertamina dalam memproduksi bahan bakar dengan bahan minyak sawit sampai 100 persen (D100) memberikan potensi terhadap peningkatan pasok CPO di dalam negeri, yang akan mendorong peningkatan harga CPO.

Pada semester I 2020, Perseroan mencatat perolehan EBITDA sebesar Rp 690 miliar, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 22 persen, relatif sama dengan margin EBITDA pada semester I tahun lalu.

Dari sisi operasional, selama enam bulan pertama tahun 2020, produksi CPO Perseroan mencapai 312 ribu ton, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan berhasil meningkatkan kinerja pabrik kelapa sawit dengan peroleh Oil Extraction Rate (OER) sebesar 24,09 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 22,99 persen.

Sementara itu, di segmen usaha produk kayu, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap volume penjualan baik panel maupun engineered flooring Perseroan. Meskipun volume penjualan produk panel pada enam bulan pertama tahun 2020 masih naik 6 persen menjadi 47.700 m3, namun volume penjualan pada kuartal kedua 2020 turun sekitar 15% dibandingkan kuartal pertama 2020.

Begitu juga dengan produk engineered flooring, di mana volume ekspor pada semester I 2020 turun 7 persen menjadi 402 ribu m2, yang sebagian besar diakibatkan oleh turunnya volume penjualan pada kuartal kedua 2020 sebesar 32 persen dibandingkan kuartal I 2020. Bantolo