Sekretaris Jenderal, Suhanto bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono dan Kepala Satgas Pangan POLRI, Daniel Tahi Monang melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok di pasar Cijantung, Jakarta Timur/ist

Kemendag Komit Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Masa New Normal

Agrofarm.co.id-Sekretaris Jenderal sekaligus Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto menegaskan, Kemendag terus berupaya mengendalikan kestabilan harga dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya di masa new normal ini. Selain itu Suhanto menekankan, Kemendag juga mendorong beroperasinya pasar rakyat dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Suhanto usai meninjau harga bapok di Pasar Cijantung, Jakarta Timur. Pada kunjungan tersebut, Suhanto didampingi Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono, dan Kepala Satgas Pangan Polri, Daniel Silitonga.

Kami mengapresiasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar di DKI Jakarta, antara lain Pasar Cijantung yang berlokasi di Jakarta Timur ini. Protokol kesehatan diterapkan sangat baik di sini. Para pedagang menggunakan masker dan face shield, pengunjung juga dicek suhunya dan diminta untuk mencuci tangan sebelum masuk. Jumlah pengunjung juga dihitung dan dibatasi maksimal sampai 50 persen. Adapun kondisi harga bapok di pasar ini juga terpantau stabil dan tidak ada isu-isu lonjakan harga komoditas bapok yang mengkhawatirkan, ungkap Suhanto dalam keterangan resminya, Kamis (09/7/2020).

Harga bapok di Pasar Cijantung terpantau stabil antara lain beras medium Rp7.500-10.000/liter (setara Rp9.375-12.500/kg), beras premium Rp11.000-13.000/liter (setara Rp13.750-16.250/kg), minyak goreng kemasan Rp13.000/liter, gula pasir kemasan Rp12.500/kg, daging ayam ras Rp30.000-35.000/kg, telur ayam ras Rp24.000-24.500/kg, daging sapi Rp110.000/kg, tepung terigu Rp10.000-11.000/kg, cabai merah keriting Rp25.000-28.000/kg, cabai merah besar Rp25.000-28.000/kg, cabai rawit merah Rp35.000-36.000/kg, bawang merah Rp40.000-45.000/kg, bawang putih honan Rp20.000-25.000/kg, bawang putih kating Rp25.000-28.000/kg, dan bombai Rp20.000-25.000/kg.

Komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah gula pasir curah di Pasar Cijantung yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu di kisaran Rp14.000-16.000/kg. Untuk itu, Kemendag akan terus mengupayakan pemenuhan pasokan gula pasir ke pasar-pasar untuk dijual dengan harga sesuai HET dengan didukung langkah pengawasan dan penindakan jika diperlukan, ungkap Suhanto.

Adapun Daniel menambahkan, sinergi yang kuat antara Satgas Pangan dan kementerian/lembaga terkait, termasuk Kemendag, akan terus dilakukan untuk mengendalikan harga bapok. “Kestabilan harga saat ini merupakan proses panjang kerja sama Satgas Pangan dengan berbagai pihak, termasuk Kemendag, yang bahu-membahu mengawal kondisi pasar. Kami terus berkomitmen melanjutkan sinergi ini untuk mengawasi dengan ketat mulai dari peredaran, distribusi, hingga penjualan,” ujar Daniel.

Sementara itu, Suhanto melanjutkan, komitmen Kemendag terus mendorong penerapan protokol kesehatan di pasar rakyat juga bertujuan agar pasar rakyat dapat memenuhi ketersediaan bapok dan barang penting bagi masyarakat. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk membuka aktivitas ekonomi dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

“Dengan diterapkan protokol kesehatan, diharapkan masyarakat tidak ragu berbelanja di pasar rakyat. Ini penting mengingat pada kondisi pandemi Covid-19 ini, omzet pedagang menurun karena banyak warga masih takut ke pasar. Dengan berbelanja di pasar rakyat, maka pendapatan pedagang akan kembali normal dan mendorong ekonomi bergerak positif,” lanjut Suhanto.

Kemendag mengapresiasi pengelola Pasar Cijantung yang telah berkomitmen menjalankan protokol kesehatan saat ini dan mengharapkan pasar-pasar lain juga menerapkan hal yang sama. Untuk itu, melalui kesempatan tersebut Suhanto mengimbau pengelola pasar, pedagang, dan pembeli harus terus konsisten dan disiplin mengimplementasikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, khususnya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pedagang dan konsumen.

“Diharapkan dengan harga bapok yang stabil ini, masyarakat dapat menjalani kondisi new normal dengan baik dan tenang. Kemendag juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penerapan protokol kesehatan di era new normal di berbagai sektor perdagangan,” kata Suhanto. Dian