Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hadir dalam Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi IV DPR RI/ist

Mentan : Stok Beras Hingga Agustus Diprediksi 8,84 Juta Ton

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa kinerja pengembangan komoditas pangan khusus padi cukup baik. Sesuai angka BPS, produksi padi hingga akhir Desember tahun 2019 sebesar 54,6 juta ton gabah kering giling (GKG), atau setara 31,31 juta ton beras dan ada surplus sebesar 1,53 juta ton, serta stock beras akhir tahun 2019 sebesar 5,90 juta ton.

“Dari data BPS diperkirakan, produksi beras Januari-Agustus 2020 sebesar 23,05 juta ton. Sehingga diprediksi stock beras pada Agustus 2020 sebesar 8,84 juta ton. Produksi jagung pada tahun 2020 juga bagus, yaitu sebesar 22,58 juta ton,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Selasa (23/6/2020).

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan capaian pada subsektor lainnya juga mengembirakan, seperti pada komoditas perkebunan hampir semuanya sesuai target. Seperti pengembangan komoditas tebu mencapai 15,10 ribu ha (99,04% dari target), kelapa 14,13 ribu ha (100% dari target) dan pala 27,64 ribu ha (100% dari target).

“Demikian pula, terhadap pengembangan hortikultura diantaranya komoditas cabai mencapai 10,05 ribu ha (99,50% dari target) dan bawang merah mencapai 5,14 ribu ha (98,87% dari target),” terangnya.

Kemudian ditengah Pandemi Korona, ekspor pertanian terus tumbuh pada April 2020, ekspor pertanian tumbuh sebesar 12,66%, sementara sektor lainnya turun dan bahkan secara total ekspor Indonesia turun sebesar 7,02% dibanding periode yang sama (tahun 2019).

Selanjutnya capaian lainnya adalah kinerja produksi beras selama MT I tahun 2020, yang mencapai 16,65 juta ton dan sampai akhir Juni 2020 diperkirakan ada stok 7,49 juta ton. Demi mempertahankan kecukupan stok beras sampai Desember 2020, Kementerian Pertanian telah melakukan akselerasi tanam padi MT II sebesar 5,6 juta hektar dengan menggerakkan seluruh komponen sumber daya yang didukung oleh ketersediaan air yang cukup di sentra produksi dan wilayah lainnya.

Sementara itu, hasil evaluasi pelaksanaan anggaran ketahanan pangan Tahun 2019, diketahui realisasi anggaran dari bulan Januari hingga akhir Desember 2019 sebesar Rp 19,42 triliun atau 88,97% dari pagu sebesar Rp. 21,83 triliun.

Syahrul menyampaikan, realisasi anggaran tertinggi adalah Badan Karantina Pertanian yang mencapai 99,18%. Kemudian diikuti Sekretariat Jenderal 98,37% dan Badan Ketahanan Pangan mencapai 97,05%. Bantolo