Orang Rimba/ist

Pemerintah Bantu Pembangunan Rumah untuk Orang Rimba

Agrofarm.co.id-Kepala Dinas Sosial PPK Kabupaten Merangin, Jambi Junaidi mengatakan, pemerintah melalui Dinas Sosial membantu dan membimbing Orang Rimba di Jambi untuk meningkatkan taraf hidup salah satunya membangun rumah.

Tidak hanya itu, dalam masa pandemi covid-19 ini, pemerintah juga aktif melakukan sosialiasi serta membantu Orang Rimba dalam memenuhi kebutuhan berupa pembagian sembako, kata Junaidi menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (17/5/2020).

Selain Pemerintah, Junaidi memperhatikan hubungan antara Orang Rimba dengan perusahaan sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), yang operasinya berdampingan dengan permukiman Orang Rimba cukup harmonis.

Selain melakukan pendampingan di sejumlah budidaya seperti pertanian, dan peternakan, dalam masa pandemi akibat Covid-19 perusahaan sawit ikut menjaga ketahanan pangan dengan menyalurkan bantuan bagi Orang Rimba disini, ujar Junaidi.

Junaidi yang juga salah satu saksi kesepakatan damai antara dua perwakilan Tumenggung yakni Sikar dan Pakjang dengan perusahaan sawit PT SAL mengakui telah terjadi perdamaian.

Kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Mereka berharap kedepan persoalan serupa tidak lagi terjadi, ungkap Junaidi.

Selain dirinya, Menurut Junaidi kesepakatan damai itu disaksikan Kapolres Merangin AKBP Mokhamad Lutfi SLK dan Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Tommy Radya Diansyah Lubis S.Ap.M. Han.

Sementara Kapolsek Tabir Selatan Iptu Sejati mengingatkan LSM pendampingan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan harus bertindak benar dalam melakukan pendampingan terhadap orang rimba di Jambi.

Seharusnya LSM membantu orang rimba untuk memahami hukum dan bukan sebaliknya menyebarkan pemberitaan yang menyesatkan dan memperkeruh suasana, terang Sejati ketika dikonfirmasi terkait penyelesaian perselisihan antara Orang Rimba kelompok Sikar di Sungai Mendelang Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin dengan PT SAL.

Sebelumnya, marak sejumlah media menyebutkan terjadi konflik antara perusahaan perkebunan sawit di Jambi dengan salah satu kelompok Orang Rimba. Kisruh itu dipicu oleh pernyataan pers yang disebarkan LSM antisawit.

Sejati menambahkan, dalam kesepakatan damai itu, dua perwakilan Tumenggung yakni Sikar dan Pakjang secara terbuka meminta maaf atas pemukulan yang dilakukan anggotanya terhadap Satpam PT SAL I Hitam Ulu.

Mereka telah meminta maaf dan berjanji untuk membina warganya agar tidak melakukan tindak pidana maupun tindakan lain yang meresahkan masyarakat, tuturnya.

Sejati mengklarifikasi bahwa berdasarkan fakta di lapangan tidak terjadi penyerangan. Faktanya justru berbeda. Sebanyak 8 Orang Rimba menyerang dan memukul 3 security perusahaan ketika dihimbau agar tidak mengambil berondolan di area kebun inti perusahaan. Akibat pengeroyokan itu para satpam lari bahkan ada satu satpam yang terjungkal di parit. Secara hukum, tindakan ini masuk kategori pengeroyokan, kata Sejati. Bantolo