Petani panen kelapa sawit/ist

Perdana, PTPN III Ekspor Kelapa Sawit ke AS dan Eropa

Agrofarm.co.id-Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui anak perusahaannya PT Industri Nabati Lestari (INL) berhasil memasarkan produk kelapa sawit ke pasar AS dan Eropa dengan melakukan ekspor perdana produk CPO yaitu RBDP 3.000 ton dan Stearin 2.000 ton senilai US$2,45 juta (sekitar Rp 34,2 miliar).

Menurut Corsec PT Perkebunan Nusantara Holding Iwan Perangin-angin, pengapalan perdana produk kelapa sawit dari PT INL anak perusahaan patungan antara PT Perkebunan Nusangara III (Persero) dan PTPN IV, dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumut via kapal MT Navig8 Gauntlet dengan tujuan pelabuhan bongkar Savanah, AS.

“Momentum ini merupakan peluang bagi Perkebunan Nusantara Group untuk menembus pasar Amerika dan Eropa dan menunjukkan bahwa PTPN mengadopsi prinsip-prinsip sustainability melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dalam proses produksinya,” jelas Iwan Perangin-angin dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019).

Selain itu, tambahnya, upaya ini membantu pemerintah dalam menghasilkan devisa negara dan memperkuat daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar global. Keberhasilan menembus pasar AS, melengkapi sukses Holding Perkebunan Nusantara menembus pasar Eropa.

Sebelumnya, menurut Arif Budiman, Kadiv Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara, pada tanggal 24 September 2019 Perkebunan Nusantara Group melaksanakan pengapalan CPO yang bersertifikat RSPO di Pelabuhan Kuala Tanjung yang merupakan produksi CPO dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sejumlah 4.000 Ton dengan nilai US$ 1,98 juta via kapal MT Sea Dolphin tujuan pelabuhan bongkar Hamburg dan Rotterdam.

Direktur PT INL Danny Surya Dharma menambahkan dalam tahun ini INL sudah melakukan ekspor produk Kelapa Sawit senilai US$29,4 juta. Adapun produk yang dihasilkan oleh PT INL, yaitu Olein, RBPO, Stearin dan Fatty Acid.

Mayoritas produk tersebut diekspor dengan negara tujuan antara lain Pakistan, India dan Bangladesh. Dalam tahun ini PT INL juga menargetkan untuk memproduksi bersertifikat RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil). Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *