Riyanto (34), salah satu warga Desa Sungai Keruh yang sukses memanfaatkan tanah desa untuk menanam melon. Pada panen keempat hari ini (23/09) Riyanto dan kelompok taninya berhasil memanen delapan ton melon dengan nilai penjualan Rp120.000.000, meningkat hampir 167% dibanding panen pertama tahun lalu.

Desa Sungai Keruh, Jambi: Larangan Merokok Hingga Agrowisata untuk Dorong Kualitas Hidup dan Cegah Kebakaran

Agrofarm.co.id-WargaDesa Sungai Keruhkini mulai menikmati buah manis dari jerih-payah mereka meningkatkan kualitas hidup lewat program hidup sehat dan bersih, sertapengembangan mata pencaharian alternatif lewat sektor pertanian dan pariwisata.Desa ini merupakandesa binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT Wirakarya Sakti(WKS),anak perusahaan APP Sinar Mas,di Kecamatan TebingTinggi,Jambi.

Dalam rilis yang diterima, Senin, (23/9/2019), Kepala Desa Sungai Keruh Suwarno mengatakan, prosestersebuttidak semudah membalikkan telapak tangan; butuh upaya dan sosialisasi yang cukup panjang. Salah satu tantangan ialah pembangunan jamban sehat untuk seluruh rumah tangga. Namun, upaya mereka membawa hasil. Kini seluruh penduduk Desa Sungai Keruh telah memiliki jamban di rumah mereka.

Pencapaian ini bahkanberhasilmembawa merekamenjadi juara dua tingkat nasional untuk Lomba Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Tanaman Rumah Tangga tahun 2019.Selain memiliki jamban sehat, ada kriteria lain yang telah dipenuhi oleh Desa Sungai Keruh untuk menjadi juara Lomba PHBS, di antaranya anak-anak baru lahir mendapatkan ASI eksklusif, cuci tangan dengan bersih, tidak merokok, serta mengkonsumsi buah dan sayur. Untuk itu, Suwarno dan masyarakat Desa Sungai Keruh juga mencetuskan inisiatif-inisiatif lain untuk mendorong kesejahteraan warga desa, termasuk Pojok Merokok.

Pojok Merokok

Desa Sungai Keruh melarang warganya untuk merokok di rumah dan tempat umum.Warga hanya diperbolehkan merokok di tempat-tempat yang sudah disediakan. PojokMerokok,mereka menyebutnya.Tak hanya melindungiwarga lainagar tidakterpaparasap rokok, pojok ini juga bermanfaat mencegah kebakaran lahan yang dipicu oleh puntung rokok.

Suwarnomengatakan,perlu perjuanganuntuk menjalankan program ini. Rata-rata transmigran di desa ini bermata pencaharian sebagai petani sawit, sehinggapendapatan pokok yangbiasanyaditerima cukup stabil. Usai panen, konsumsi rokok menjadi kebiasaanyang tak asing lagibagi mereka.

Justru di sini tantangannya, ujar Suwarno. Pengurus desa terus-menerusmenyosialisasikanprogram inimelalui acara kendurian, pengajian,dan pertemuan rutin lainnya. Saya sendiri menjadi contoh. Mau tak mau harus berpisah dengan rokok, tambahnya.Selain itu, ada pula penerapan larangan merokok di kantor-kantor perangkat desa. Kami ingin semua warga sadar dan bisa mengurangi kebiasaan merokok di sembarang tempat yang bisa merugikan orang lain, tambah Suwarno.

Melalui program pengembangan mata pencaharian alternatif dan larangan merokok, Desa Sungai Keruh mendorong peningkatan kualitas hidup warga sekaligus mencegah adanya kebakaran hutan dan lahan.

Pengembangan Ekonomi Warga Melalui Pertanian dan Agrowisata

Dari 186 kepala keluarga yang ada di Desa Sungai Keruh, rata-rata merupakan petani sawit. Diselangwaktu panen, banyak waktu luang yang dimiliki masyarakat. Suwarno tidak ingin warganya berpangku tangan saja menunggu panen.

Oleh karena itu,ia dan pengurus desa mengajak warga untuk bercocok tanam di halaman rumah masing-masing. Tanamannya beragam, mulai dari cabai, terong, tomat, dan aneka sayuran lainnya. Hasilnya tidak hanya untuk konsumsi keluarga tetapi juga untuk dijual.

Selain itu, ada beberapa warga menanam melon, jenis tanaman yangbutuh perhatian tinggi, tetapi ternyata hasilnya menggembirakan. Panen yang berlimpah membuat warga senang. Biasanya para pembeli sukaselfie-selfiedi kebun melon sebelum membeli. Saya melihat ini sebagai peluang,terangSuwarno.

Tepat setahun lalu, ia mengajak masyarakat untuk menanamlebih banyakmelon.Ia bahkan mengalokasikan tanah desa seluas 0,3 hektare sebagai proyekpercobaan. Hasilnya,pada panen pertamalahan tersebut mampu menghasilkan sebanyaktigaton denganhargajual sebesar Rp45.000.000.

Salah satu petani melon,Riyanto (34),kerapmengajak anak muda untuk menanam melon dilahantersebut. Ia dan kelompoknya bekerja keras untuk meningkatkan produksimelondenganmetodepertanian organik. Hasilnya,mereka berhasil memanen sebanyak delapan ton melon padapanen keempat yang berlangsung hari ini(23/09). Hasil penjualan diperkirakan mencapai Rp120.000.000, atau naik sekitar 167% dibandingkan hasil panen pertama mereka.

Setiap panen, hasilnya semakin bagus dan buahnya dinikmati oleh masyarakat sekitar. Ibarat promo, sekarang kita kasihsecara cuma-cuma, lama-lama mereka pasti akan membeli juga karena tahu kualitasnya, tambah Riyanto.

Kini Riyanto tidak perlu lagi susah-susah mencari pembeli untuk hasil kebunnya.Pedagang-pedagangdari pasar juga datang ke kebun Sungai Keruh untukmengambil sendirimelon-melon untuk dijual kembali.Tetangga-tetangga Riyanto juga mulai mengikuti jejaknya. Dari sebelumnya hanya ditanami 1.600 batang, kini sudah ada 3.600 batang pohon melon yang ditanam di lahan tersebut.

Selain pertanian, beberapa warga juga mengembangkan budidaya lele bioflok.

Wisata Air

Untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik, pengurus desa ingin warganya makmur,jasmaninya sehat,dankehidupannya seimbang.Oleh karena itu merekajuga mengembangkanwisata air bernama Wahana Tirta Sari di desa tersebutuntuk rekreasional.

Tempat wisata ini selalu ramaiolehmasyarakat, khususnyapadahariMinggu. Terdapat beberapa wahanaseperti perahu bebek, jungkat-jungkit, perosotan, dan gazebo, dilengkapi denganwarung-warung makanan.Sehingga warga bisa menghabiskan waktunya dengan keluarga dan melepaskan penat.

Dulu untukberwisata, warga perlumenempuhjalan jauh ke arah Jambi. Kini,mereka bisa menikmatiWahana Tirta Sariini untuk melepas penat. Saat dibuka pada Idul Adha kemarin, Wahana Tirta Sari ini bagaikan hadiah untuk warga, kata Suwarno.Sekarang masih gratis untuk masyarakat. Nanti kalau fasilitasnya lebih lengkap, baru kita tarik dana untuk membantubiayaoperasional.

Suwarno menambahkan, perkembangan desanya tidak lepas dari program DMPA dari PT WKS yangmembantu merancangprogram danmemberikanpendampingangunamemaksimalkan potensi desa dan masyarakatnya.Program DMPA juga menjadi program kerja sama antara desa dan perusahaan untuk mencegah adanya kebakaran hutan, sebagaimana digalakkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kami sangat berterima kasihkepadaPT WKS yang telah membantu kami meningkatkan kualitas hidup warga. Bantuan yang diberikan,terutama dalam halsarana dan prasarana pertanian, ternak, dan pariwisata, membantupengembangan mata pencaharian alternatifuntuk warga danmengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan.Masyarakat jadi tidak perlu terus-menerus membuka lahan baru, apalagi dengan cara membakar.Dengan begitu potensi kebakaran hutan pun dapat ditekan,lanjutSuwarno.dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *