ICC Bahas Strategi Peningkatan Produksi dan Pendapatam Petani Kelapa

Agrofarm.co.id-Negara-negara anggota Komunitas Kelapa Internasional (InternationalCoconut Community/ICC) bertemu untuk membahas rencana strategis pengembangan sektor kelapa global. Pembahasan tersebut berlangsung dalam Pertemuan Sesi Tahunan/Tingkat Menteri ICC ke-55 pada 26–30 Agustus 2019 di Manila, Filipina.

Pertemuan dibuka Menteri Pertanian Filipina William Dar dan dihadiri para menteri dan pejabat senior dari 19 negara anggota ICC.

“Dalam pertemuan ini, negara anggota ICC membahas rencana strategis pengembangan sektor kelapa global yang fokus pada peningkatan produksi dan pendapatan petani, pemanfaatan kelapa menjadi produk bernilai tambah dan pembangunan kapasitas,” kata Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan sekaligus Pemimpin Delegasi Indonesia, Antonius Yudi Triantoro dalam keterangan resminya, Kamis (29/8/2019).

Penyelenggaraan pertemuan kali ini bersamaan dengan perayaan 50 tahun berdirinya ICC dan peluncuran ICC secara resmi yang sebelumnya bernama Asian and Pacific Coconut Community (APCC).

Terpilihnya Indonesia Sebagai Direktur Eksekutif ICC

Dalam pertemuan ini juga dilakukan pemilihan posisi bergengsi yaitu Direktur Eksekutif ICC. “Pemilihan kali ini sangat penting dan bersejarah bagi sektor kelapa Indonesia. Calon dari Indonesia Dr. Jelfina C. Alouw terpilih menjadi Direktur Eksekutif ICC. Ini merupakan pertama kalinya wakil

Indonesia menjadi Direktur Eksekutif ICC setelah organisasi tersebut berdiri selama 50 tahun dan berkantor di Jakarta. Jelfina berhasil mengungguli calon Filipina dengan suara 15 lawan 2. Tidak hanya itu, Jelfina juga merupakan perempuan pertama yang menjadi Direktur Eksekutif ICC,” ungkap Yudi.

Jelfina menyampaikan apresiasinya atas kesempatan mewakili Indonesia dan dukungan Indonesia dan negara anggota ICC lainnya sehingga terpilih sebagai Direktur Eksekutif ICC. “Ke depan, kami akan memberikan warna baru bagi ICC agar lebih bermanfaat bagi Indonesia dan anggota lainnya,” tegas Jelfina.

Yudi juga mengungkapkan harapannya terhadap kepemimpinan Jelfina. “Besar harapan kami terpilihnya Dr. Jelfina Alouw akan turut berperan dalam mendorong bangkitnya sektor kelapa dalam negeri,” pungkas Yudi.

ICC merupakan organisasi kerja sama negara-negara produsen kelapa di wilayah Asia Pasifik yang sebelumnya bernama Asian and Pacific Coconut Community (APCC). Saat ini, ICC beranggotakan 19 negara yang menguasai lebih dari 86 persen produksi dan ekspor kelapa dunia.

Negara-negara anggota ICC yaitu Mikronesia, Fiji, India, Indonesia, Jamaica, Kenya, Kiribati, Malaysia, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Filipina, Samoa, Kepualuan Salomon, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Tonga, Vanuatu, dan Vietnam.

ICC dibentuk untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang produksi, pengolahan, serta pemasaran dan penelitian, antara lain melalui pertukaran informasi, statistik, program dan proyek, guna meningkatkan produksi, produktivitas, dan pengembangan produk berbasis kelapa. Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *